Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 1 Apr 2026 13:55 WIB ·

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa


					Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa Perbesar

Jatinangor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Sebanyak 20 dokter muda resmi diterjunkan ke berbagai pelosok desa di Jawa Barat untuk menutup celah akses layanan kesehatan. Penugasan khusus ini merupakan bagian dari Program Dokter Desa Tahap 3 tahun 2026, hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) serta Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ).

Mulai Rabu (1/4/2026), para dokter ini tersebar di 20 desa yang mencakup wilayah Kabupaten Bandung, Ciamis, Indramayu, hingga Sukabumi dan Karawang. Fokus utama mereka adalah daerah terpencil yang selama ini minim jangkauan medis profesional.

Bukan Sekadar Pengobatan, Tapi Penguatan Komunitas
Berbeda dengan penempatan medis biasa, gelombang kali ini membawa tiga misi penguatan: pendampingan dosen secara intensif, penguatan kegiatan UKM berbasis komunitas, serta kontribusi mahasiswa. Dekan FK Unpad, Prof. dr. Vitriana, menekankan bahwa sinergi ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi warga desa sekaligus memperkuat proses pembelajaran dokter muda di lapangan.

“Jalankan profesionalisme, empati, dan integritas. Jadilah representasi terbaik almamater di tengah masyarakat,” pesan Wakil Rektor Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, saat melepas para dokter di Bale Sawala, Jatinangor.

Misi Menjangkau yang Terlupakan
Program Dokter Desa merupakan inisiatif strategis Pemprov Jabar untuk menempatkan dokter umum di titik-titik yang paling membutuhkan. Kepala Dinas Kesehatan Jabar, dr. Raden Vini Adiani Dewi, berharap para dokter muda ini mampu menjadi “cahaya” bagi kesehatan masyarakat desa yang sering kali terisolasi dari fasilitas kota.

Sejak diluncurkan, program ini terus berkembang secara konsisten:

  • Tahap 1 (September 2025): 21 dokter diberangkatkan.
  • Tahap 2 (Oktober 2025): 16 dokter diberangkatkan.
  • Tahap 3 (April 2026): 20 dokter diberangkatkan.

Kehadiran para dokter muda di desa-desa tertinggal ini diharapkan tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga mengedukasi warga agar tercipta kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Birokrasi Rumit Lumpuhkan Harapan Petani Miskin Desa Jontor

17 Mei 2026 - 21:52 WIB

Nagari Sehat: Target Eliminasi TBC Sumbar Hingga Tingkat Desa

13 Mei 2026 - 09:23 WIB

Skrining TBC di Balai Desa: Jemput Bola Demi Paru Sehat

8 Mei 2026 - 05:09 WIB

Trending di KESEHATAN