Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 24 Jun 2026 13:34 WIB ·

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi


					Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi Perbesar

Satu Kertas di Dinding Mengubah Cara Desa Dengkol Melawan Stunting

Dengkol, Singosari, Malang [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Dengkol menghadirkan wajah baru dalam pelaksanaan Rembug Stunting Desa Dengkol pada Selasa (23/6/2026). Forum di Balai Desa Dengkol itu tidak hanya menyajikan paparan materi. Sebaliknya, panitia mengajak peserta menyusun solusi secara langsung melalui metode “Kertas di Dinding” (Wall Charting/Gallery Walk).

Kepala Desa Dengkol membuka kegiatan dengan mengajak seluruh elemen desa memperkuat kolaborasi untuk mencegah stunting sejak dini. Selain itu, perangkat desa, Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, kader PKK, ibu-ibu penggerak desa, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat mengikuti forum tersebut secara aktif.

Selanjutnya, panitia membagi peserta ke dalam enam kelompok. Setiap kelompok membahas tema yang berbeda. Mereka mengulas kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, sanitasi, perlindungan sosial, ketahanan pangan, serta regulasi desa. Kemudian, peserta menuliskan masalah, potensi desa, dan solusi yang dapat segera dijalankan.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta mengusulkan pendampingan bagi ibu hamil berisiko. Selain itu, mereka mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber protein keluarga. Mereka juga menggagas kebun gizi desa, gerakan jamban sehat, dan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Bahkan, beberapa peserta mengusulkan penyusunan Peraturan Desa tentang pencegahan stunting.

Setelah sesi diskusi berakhir, seluruh kelompok mengikuti Gallery Walk. Mereka berpindah dari satu papan ke papan lainnya. Mereka membaca hasil kelompok lain, memberikan masukan, lalu menyempurnakan setiap usulan. Dengan cara itu, peserta terlibat aktif sekaligus memperkaya hasil pembahasan.

Kepala Desa Dengkol menegaskan bahwa hasil rembug tidak akan berhenti pada forum diskusi. Karena itu, pemerintah desa akan memasukkan usulan prioritas ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Selanjutnya, pemerintah desa akan menyiapkan dukungan anggaran melalui APBDes.

Melalui Rembug Stunting Desa Dengkol, pemerintah desa mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat berjalan lebih kuat. Dari forum sederhana di Balai Desa Dengkol ini, tumbuh komitmen bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Trending di KESEHATAN