Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 20 Jul 2026 20:19 WIB ·

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari


					Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Keberadaan layanan kesehatan jiwa yang merata hingga ke tingkat pelosok nagari kini menjadi kebutuhan mendesak di Sumatera Barat. Langkah ini menjadi kunci utama untuk menekan lonjakan kasus gangguan mental anak, remaja, hingga persoalan sosial yang mengancam kualitas sumber daya manusia desa.

Kebutuhan mendesak tersebut mengemuka dalam pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026). Di bawah kepemimpinan dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ, organisasi profesi ini didorong untuk memprioritaskan program kerja yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput.

Pembangunan manusia di Sumbar tidak dapat dipisahkan dari tingkat kesehatan warganya, terutama dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nagari. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir memberikan dukungan menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas medis ini.

“Kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah harus terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi agar layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, semakin berkualitas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Selama ini, kolaborasi aktif antara profesi dokter dan pemerintah daerah terbukti memberikan dampak positif lewat aksi pengabdian langsung di lapangan. Kehadiran spesialis ke daerah pelosok diakui sangat membantu pemenuhan hak sehat masyarakat desa.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari. Semangat pengabdian seperti ini perlu terus diperkuat, termasuk oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat,” tutur Mahyeldi memberikan apresiasi.

Selain penguatan pelayanan medis, nagari-nagari di Sumbar juga berpeluang menerima dampak ekonomi positif secara tidak langsung.

Melalui penyelenggaraan agenda kedokteran skala nasional di Ranah Minang, ekonomi warga desa bisa ikut berputar.

“Kalau kegiatan nasional dokter spesialis dilaksanakan di Sumbar, manfaatnya bukan hanya untuk dunia kesehatan, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga UMKM. Kami berharap PDSKJI dapat mempertimbangkan Sumatera Barat sebagai tuan rumah agenda nasional,” tambah Gubernur.

Tantangan di lapangan saat ini memang semakin kompleks dan mengkhawatirkan bagi masa depan generasi muda pedesaan. Masalah kejiwaan kini tidak lagi memandang usia dan batasan wilayah.

“Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan. Belum lagi gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku. Ini menjadi alarm bagi kita semua dan harus ditangani bersama agar tidak mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegas Mahyeldi.

Oleh karena itu, penyatuan gerak seluruh elemen kesehatan menjadi penentu utama efektivitas penanganan di tingkat bawah. Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, menekankan pentingnya satu komando pelayanan. “Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. PDSKJI selama ini juga selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa,” jelasnya.

Komitmen untuk mendampingi masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah rentan, juga mendapat dukungan penuh dari tingkat pusat. Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), memastikan pengawalan ketat untuk daerah darurat. “Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi. Pengurus Pusat PDSKJI siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Trending di KESEHATAN