Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 24 Mei 2023 20:31 WIB ·

Stunting Taliabu Turun Drastis: Dari 35,2% Menjadi 11,5%


					Stunting Taliabu Turun Drastis: Dari 35,2% Menjadi 11,5% Perbesar

Pemkab Taliabu Sukses Tekan Angka Stunting di Bawah Target Nasional

Halmahera Barat, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mencatat prestasi signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Angka prevalensi stunting di wilayah ini berhasil ditekan secara drastis, dari sebelumnya mencapai 35,2 persen pada periode awal, turun menjadi 23,5 persen, hingga akhirnya mencapai angka terendah 11,5 persen pada tahun 2023. Capaian ini bahkan melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen.

Keberhasilan luar biasa ini diiringi dengan komitmen pemerintah daerah untuk terus menguatkan intervensi, salah satunya melalui pembagian “Parcel Sehat” kepada warga. Bupati Pulau Taliabu, H. Aliong Mus, secara langsung menyerahkan paket-paket bantuan tersebut di depan kediamannya, di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, pada Selasa sore (23/05/2023).

Intervensi Maksimal Lewati Target 14 Persen
Bupati Aliong Mus mengakui bahwa angka stunting di Pulau Taliabu sempat berada pada level yang cukup tinggi, sehingga jajaran pemerintah daerah dan masyarakat berjuang keras untuk menurunkannya.

“Kita melihat kemarin stunting kita cukup tinggi, dan jajaran instansi terkait sudah berusaha keras bersama masyarakat. Kita juga turun cukup jauh. Harapan saya di tahun depan kita sudah berada di posisi di bawah 14 persen,” ujar Aliong Mus optimis.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari upaya pencegahan yang dilakukan secara maksimal dan terstruktur. Dinkes telah menggencarkan berbagai intervensi di lapangan, termasuk memastikan kebutuhan gizi anak yang masuk kategori stunting dan gizi kurang terpenuhi.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinkes membagikan total 42 Parcel Sehat Stunting. Rinciannya, sebanyak 25 parcel diserahkan kepada warga Desa Bobong dan 17 parcel lainnya dibagikan kepada warga di Desa Wayo.

Kerahkan Petugas Gizi dan Bidan ke 33 Lokus
Kuraisia Marsaoly menambahkan bahwa pada tahun 2023, Dinkes Taliabu telah menerjunkan kurang lebih 66 petugas gizi dan bidan ke 33 lokus stunting yang tersebar di seluruh Kabupaten Taliabu. Pengerahan sumber daya manusia ini menjadi kunci utama dalam memantau dan memberikan edukasi serta intervensi langsung kepada masyarakat.

“Dengan target awal penurunan angka stunting di 18 persen, kami bisa optimis di tahun depan bahkan bisa melewati angka tersebut,” tegas Marsaoly, merujuk pada capaian 11,5 persen yang sudah melampaui ekspektasi.

Acara penyerahan Parcel Sehat ini menunjukkan sinergi kuat antar-instansi. Turut hadir mendampingi Bupati, yaitu Danrem 152 Babullah Kapten CZI. Edwin Efendi Unawekla, Danramil Taliabu Barat, Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo, Sekda Dr. Salim Ganiru, serta sejumlah Pimpinan OPD di lingkup Pemda Pulau Taliabu. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan komitmen kolektif pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari ancaman stunting.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Trending di KESEHATAN