Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 25 Agu 2025 17:26 WIB ·

Pasien Desa Jadi Korban: Dugaan Malapraktik RSUD Cabangbungin Mencuat


					Pasien Desa Jadi Korban: Dugaan Malapraktik RSUD Cabangbungin Mencuat Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Fasilitas kesehatan plat merah di Kabupaten Bekasi tengah menjadi sorotan tajam setelah dua warga desa melaporkan dugaan malapraktik tragis di RSUD Cabangbungin. Bayu Fadilah, pemuda asal Desa Karangharja, harus kehilangan bola mata kanannya setelah diagnosis yang berubah-ubah, sementara Dewi Pratiwi dari Desa Sukakarsa menjalani operasi sesar tanpa persetujuan keluarga (informed consent).

Kasus memilukan ini mencuat ke publik sebagai alarm keras atas lemahnya etika medis dan perlindungan pasien di wilayah tersebut. Bayu, yang awalnya didiagnosis menderita DBD, kini harus menanggung cacat permanen akibat tindakan medis yang dinilai serampangan oleh pihak keluarga.

Pelanggaran Prosedur dan Hak Pasien
Kejadian yang menimpa Dewi Pratiwi menambah daftar panjang rapor merah layanan kesehatan. Tindakan operasi sepihak tanpa persetujuan resmi bukan hanya menabrak etika, tetapi juga melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal 58 dan 59 undang-undang tersebut secara tegas menjamin hak pasien atas informasi dan persetujuan tindakan medis.

Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) mengecam keras peristiwa ini. Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, menegaskan bahwa negara tidak boleh tinggal diam ketika rakyat kecil menjadi tumbal kelalaian sistem. Pihaknya mendesak RSUD Cabangbungin untuk bertanggung jawab penuh dan transparan dalam mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

Jeritan Keadilan untuk Pemimpin Negeri
Dalam kondisi fisik yang memprihatinkan, Bayu Fadilah menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Kami rakyat kecil hanya ingin keadilan,” ucap Bayu terbata-bata, mencerminkan keputusasaan warga desa yang merasa tidak berdaya menghadapi sistem kesehatan yang tidak profesional.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi. Keberpihakan negara kini diuji: apakah akan menindak tegas oknum yang lalai atau membiarkan warga desa terus berjuang sendirian di tengah trauma fisik dan mental yang mendalam.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Trending di KESEHATAN