Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Wajah demokrasi di Desa Bantarjaya, Pebayuran, mulai menunjukkan geliat inklusivitas yang lebih kuat. Firda Kholipah secara resmi menyerahkan dokumen pendaftaran Bakal Calon Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Langkah ini menjadi representasi nyata dari peningkatan peran perempuan dalam menentuk arah pembangunan desa di tingkat Dusun 2.
Pendaftaran ini merupakan bagian dari tahapan terbuka yang digelar panitia untuk menjaring figur-figur amanah. Fokus utama pencalonan ini terletak pada penguatan fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat, guna memastikan kebijakan desa berjalan lebih adil serta transparan.

Mandat Perempuan untuk Desa Berdaya
Membawa semangat “Perempuan Berperan, Desa Maju, Indonesia Maju”, Firda menegaskan bahwa kehadirannya di bursa pencalonan bukan sekadar pelengkap administratif. Ia berkomitmen untuk menjadi saluran aspirasi masyarakat Dusun 2 yang selama ini mungkin belum terserap maksimal dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa.
Ketua Panitia, Yogas, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas pendaftaran telah diterima dan proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Pihaknya menjamin transparansi di setiap tahapan agar anggota BPD yang terpilih nantinya memiliki legitimasi kuat di mata warga.
Kawal Proses Demokrasi Dusun
Keterwakilan perempuan dalam lembaga desa seperti BPD diyakini akan memberikan keseimbangan dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan bertambahnya pilihan calon dari berbagai latar belakang dusun, kualitas pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa diharapkan meningkat tajam.
Masyarakat Desa Bantarjaya kini diharapkan terus mengawal jalannya proses pemilihan hingga tuntas. Pengawalan publik menjadi kunci agar hasil akhir pemilihan BPD benar-benar menghasilkan wakil rakyat desa yang mampu memperjuangkan pembangunan yang merata untuk delapan tahun ke depan.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.