Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KORUPSI · 27 Apr 2026 12:31 WIB ·

Borok Desa Loleo: Dana Rakyat Menjelma Jadi Mobil Mewah


					Borok Desa Loleo: Dana Rakyat Menjelma Jadi Mobil Mewah Perbesar

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Praktik mafia anggaran diduga kuat tengah menggerogoti Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan. LSM Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (KANe Malut) membongkar skandal korupsi sistematis yang menyeret Kepala Desa Loleo, Edi Amus, dan bendaharanya. Dana Desa yang seharusnya membangun fasilitas publik, diduga kuat “disulap” menjadi deretan aset pribadi mulai dari rumah mewah hingga speedboat.

Hasil investigasi per 26 April 2026 mengungkap modus laporan fiktif dalam APBDes yang menelan anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah. Proyek yang hanya ada di atas kertas namun nihil secara fisik ini meliputi pembangunan gorong-gorong, rumah adat, hingga pos anggaran darurat dan ketahanan pangan masyarakat.

Gaya Hidup Mewah dari Keringat Warga
Kritik pedas dialamatkan kepada lemahnya pengawasan Inspektorat Halmahera Selatan. Sekretaris LSM KANe Malut, Asbar Sandiah, mendesak audit investigatif segera dilakukan terhadap kekayaan pribadi Edi Amus. Laporan masyarakat menyebutkan sang Kades diduga memiliki satu unit speedboat, tiga unit rumah, dua mobil Avanza, hingga mesin laut 145 PK yang diduga dibeli dari uang rakyat.

“Jangan biarkan Dana Desa menjadi lahan kekayaan pribadi bagi oknum kades dan bendaharanya,” tegas Asbar. Ironisnya, di saat aset pribadi pimpinan desa melambung, insentif bagi perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) justru diduga ikut digelapkan.

Siasat ‘Pagar’ Media dan Nepotisme Anggaran
Skandal ini semakin keruh dengan temuan bahwa jabatan Bendahara Desa Loleo dipegang oleh seorang perempuan yang merupakan istri oknum wartawan. Hubungan ini memicu kecurigaan adanya upaya pembungkaman informasi agar borok pengelolaan anggaran desa tidak terendus publik. Nepotisme ini dianggap sebagai “pagar” yang melindungi pusaran mafia anggaran dari sorotan luar.

Kini, masyarakat Obi Selatan mendesak Bupati dan aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih. Pengusutan tuntas kasus Desa Loleo menjadi harga mati demi menyelamatkan masa depan pembangunan desa dan mengembalikan hak-hak dasar masyarakat yang telah dirampas oleh kepentingan oknum tertentu.

Disclaimer Berita:
Seluruh kutipan dan data dalam artikel ini bersumber dari keterangan tertulis dan hasil investigasi yang disampaikan oleh LSM Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara. Redaksi memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak Pemerintah Desa Loleo maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gerah Dana Desa Jadi Ladang Kekayaan, Warga Loleo Laporkan Kades ke Kejari

27 April 2026 - 16:17 WIB

Skandal Media Malaka: Anggaran Cair Tanpa Bukti Berita

26 April 2026 - 15:52 WIB

Dana Website Raib, Pencairan Dana Desa Haitimuk Terhambat

24 April 2026 - 19:38 WIB

Gugatan Praperadilan: Sengketa Hukum di Proyek RSU Nias

7 April 2026 - 16:40 WIB

Lawan Korupsi Bansos Lewat Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi

3 April 2026 - 09:24 WIB

Maraton Klarifikasi: 15 Legislator Pangkalpinang Masuk Pusaran Kasus Perdin

1 April 2026 - 14:29 WIB

Trending di KORUPSI