Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 22 Jan 2025 16:14 WIB ·

Keanekaragaman Mangrove di Desa Ruar, Biak Numfor: Potensi dan Tantangan Konservasi


					Keanekaragaman Mangrove di Desa Ruar, Biak Numfor: Potensi dan Tantangan Konservasi Perbesar

Biak Numfor, Papua [DESA MERDEKA] – Sebuah penelitian terbaru menguak kekayaan hayati mangrove di Desa Ruar, Kabupaten Biak Numfor. Dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Nusa Bangsa, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman spesies mangrove dan memberikan rekomendasi pengelolaan yang berkelanjutan.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science oleh Rumbino, Muttaqin, dan Supriono (2024), ditemukan lima spesies mangrove dominan di Desa Ruar, yakni Sonneratia alba, Rhyzophora stylosa, Rhyzophora apiculata, Bruguiera gymnorhyza, dan Ceriops tagal. Spesies Rhyzophora apiculata tercatat memiliki indeks nilai penting tertinggi, mengindikasikan pertumbuhan yang dominan.

Meskipun kaya akan spesies, indeks keanekaragaman Shannon-Wienner menunjukkan nilai yang rendah. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya pengayaan spesies untuk meningkatkan keanekaragaman hayati mangrove di kawasan tersebut.

Peran Vital Mangrove

Hutan mangrove memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Di Desa Ruar, mangrove seluas 24,03 hektar tidak hanya menjadi habitat bagi beragam biota laut, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung sumber air bersih bagi masyarakat setempat.

Potensi dan Tantangan

Potensi mangrove di Desa Ruar sangat besar. Selain nilai ekologis, mangrove juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Namun, berbagai ancaman seperti konversi lahan, eksploitasi berlebihan, dan perubahan iklim mengancam kelestarian ekosistem mangrove.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa rekomendasi dapat diajukan:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Melalui edukasi dan sosialisasi, masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam upaya konservasi mangrove.
  • Penguatan penegakan hukum: Pemerintah daerah perlu memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas yang merusak mangrove.
  • Pengembangan ekowisata mangrove: Pengembangan ekowisata berbasis mangrove dapat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat sekaligus meningkatkan nilai konservasi.
  • Penelitian lanjutan: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memantau dinamika populasi mangrove dan dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem ini.
Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN