Bukittinggi [Desa Merdeka] – Universitas Andalas (UNAND) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Science Techno Park (STP) yang dimilikinya. Hal ini terungkap dalam kegiatan Pelatihan Praktek Ekspor untuk UKMK Sawit dan Pelepasan Ekspor Alumni Inkubasi UKM Sawit BPDP yang digelar pada Sabtu (26/04/2025).
Kepala Subdirektorat Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset sekaligus Ketua STP UNAND, Dr. Kiki Yulianto, menegaskan bahwa STP UNAND hadir sebagai solusi konkret bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Dalam pemaparannya, Kiki menjelaskan posisi strategis STP di bawah Direktorat Kerjasama dan Hilirisasi Riset, yang berada di bawah Wakil Rektor IV, Prof. Henmaidi.
“UNAND sebagai perguruan tinggi fokus pada pendidikan dan penelitian, sementara urusan bisnis dan komersialisasi hasil riset menjadi ranah STP,” jelas Kiki. Ia menambahkan bahwa dosen-dosen UNAND memiliki wadah melalui STP untuk merealisasikan ide-ide kreatif dan keilmuan mereka melalui penelitian yang berorientasi bisnis.
Lebih lanjut, Kiki mengungkapkan bahwa STP UNAND menjadi “ruang kreativitas” bagi para dosen untuk mengembangkan potensi diri melalui inkubasi bisnis. Model kemitraan dengan UMKM dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) menjadi kunci dalam proses ini, memungkinkan transfer pengetahuan dan teknologi yang efektif.
Dilantik sebagai Ketua STP UNAND sejak Februari 2025, Kiki optimis bahwa STP akan menjadi motor penggerak bagi UMKM di Sumatera Barat, khususnya dalam sektor sawit seperti yang terlihat dalam pelatihan ekspor kali ini. Acara yang dipandu oleh Dina Septria ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, UMKM, dan industri dalam upaya meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Keberadaan STP UNAND diharapkan dapat menjadi angin segar bagi UMKM, membuka peluang ekspor, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi, UMKM diyakini mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.