Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 6 Apr 2025 13:52 WIB ·

Jabar Bersih, Dana Cair! Ultimatum Gubernur Dedi!


					<em>Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pernyataannya terkait penundaan pencairan dana desa bagi wilayah yang tidak menjaga kebersihan lingkungan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Minggu (6/4/2025).</em> Perbesar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan pernyataannya terkait penundaan pencairan dana desa bagi wilayah yang tidak menjaga kebersihan lingkungan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Minggu (6/4/2025).

Bandung [DESA MERDEKA] – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan ketegasannya dalam menangani isu kebersihan lingkungan. Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Minggu (6/4/2025), ia menyampaikan kebijakan baru yang cukup mengejutkan. Ia menyatakan tidak akan mencairkan bantuan keuangan bagi desa atau kelurahan yang lingkungannya masih kotor dan warganya belum peduli terhadap kebersihan.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah awal Dedi Mulyadi setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pasca-Pilkada Serentak 2024. Setelah perayaan Lebaran 2025, Dedi Mulyadi memang memiliki sejumlah rencana pembangunan dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, termasuk percepatan investasi melalui pemangkasan birokrasi perizinan.

Namun, sebelum fokus pada pembangunan ekonomi, Dedi Mulyadi memberikan perhatian serius pada masalah lingkungan. Dalam pesannya yang ditujukan kepada seluruh kepala desa dan lurah di Jawa Barat, ia secara gamblang menyampaikan ancaman penundaan pencairan dana bantuan keuangan.

“Saya tidak akan mencairkan bantuan-bantuan keuangan baik untuk desa atau kelurahan,” tegas Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan ini akan terus berlaku selama kondisi lingkungan desa atau kelurahan masih terlihat tidak bersih. Indikatornya adalah masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai, serta tidak adanya inisiatif nyata dari pemerintah desa atau kelurahan dalam mengelola sampah dengan baik dan menata lingkungan agar lebih asri.

Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan masyarakat mengenai betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Beberapa waktu lalu, ia masih mendapati pemandangan sampah yang dibuang ke sungai, sebuah kondisi yang sangat disesalkannya. Dengan adanya kebijakan yang tegas ini, diharapkan kesadaran dan tindakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat meningkat secara signifikan di seluruh wilayah Jawa Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN