Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 16 Nov 2025 21:48 WIB ·

Gubernur Sumbar: Satukan Wakaf & Investasi Syariah Kuatkan Ekonomi Umat


					Gubernur Sumbar: Satukan Wakaf & Investasi Syariah Kuatkan Ekonomi Umat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong penyatuan kekuatan wakaf dan investasi syariah sebagai solusi strategis untuk memperkuat ekonomi umat. Gagasan ini disampaikan Mahyeldi saat tampil sebagai pembicara utama (keynote speaker) pada sesi kelima Konferensi Wakaf Internasional 2025 di Hotel Truntum Padang, Minggu (16/11/2025).

Di hadapan ribuan peserta dari berbagai negara dan wilayah, Mahyeldi menegaskan bahwa forum internasional ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan harus menjadi ruang penting untuk melahirkan ide-ide baru mengenai wakaf produktif. Ia menggarisbawahi sejarah gemilang wakaf, mulai dari Al-Azhar di Mesir, Andalusia, hingga Turki Utsmani, yang telah membuktikan bahwa wakaf, jika dikelola secara profesional, mampu menjadi penyangga peradaban.

“Wakaf hari ini wajib dikelola secara modern, transparan, dan berbasis teknologi. Tujuannya agar aset wakaf benar-benar dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi umat yang inklusif,” ujar Mahyeldi.

Tiga Strategi Penguatan Wakaf Modern
Gubernur Mahyeldi menilai Sumbar memiliki potensi yang sangat kuat untuk pengembangan wakaf produktif, didukung oleh jaringan pesantren yang luas, banyaknya lahan wakaf yang tersedia, dan kultur keulamaan yang mengakar kuat.

Melihat potensi tersebut, ia menawarkan tiga langkah strategis untuk mendorong penguatan wakaf secara nasional maupun global:

  • Memperkuat Kolaborasi: Meningkatkan sinergi yang erat antara pemerintah daerah, lembaga wakaf, dan nazhir (pengelola wakaf).
  • Integrasi Sektor Publik: Mengintegrasikan dana wakaf dengan instrumen investasi syariah dan mengarahkannya ke sektor-sektor publik yang vital, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
  • Dorongan Kreativitas Nazhir: Mendorong nazhir untuk lebih kreatif dan inovatif dalam pengembangan skema wakaf produktif, seperti wakaf uang atau wakaf saham, agar nilai manfaatnya terus berkelanjutan.

Mahyeldi berharap Konferensi Wakaf Internasional ini dapat menghasilkan kemitraan dan kolaborasi baru antarlembaga wakaf dunia. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan konkret untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem wakaf yang maju dan berkeadilan di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dukung Sport Tourism, BOM Run 2026 Dongkrak Sektor UMKM Padang

9 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Sinergi Antardesa: Cara Budi Prasetyawan Hidupkan Ekonomi Warga

8 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Trending di RAGAM