Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 12 Feb 2026 18:33 WIB ·

Geren Masal Sumberdadi: Detoks Hati Lewat Wangi Bunga Setaman


					Geren Masal Sumberdadi: Detoks Hati Lewat Wangi Bunga Setaman Perbesar

Sumberdadi, Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Ketika masyarakat perkotaan sibuk dengan persiapan belanja menjelang Ramadan, warga Desa Sumberdadi memiliki cara yang jauh lebih puitis dan mendalam. Pada Kamis sore (12/2/2026), ratusan warga tumpah ruah di area pemakaman umum desa dalam ritual Geren Masal. Sebuah tradisi warisan leluhur yang mengubah wajah makam menjadi pusat rekonsiliasi sosial dan pembersihan jiwa.

Tradisi tahunan ini bukan sekadar ziarah biasa. Sejak pukul 16.00 WIB, aroma wangi bunga setaman mulai menyerbak, bersaing dengan angin sore yang sejuk. Geren Masal menjadi “panggung” di mana sekat antar-RT runtuh; semua warga duduk bersila, tanpa memandang status sosial, untuk mendoakan leluhur sekaligus mempersiapkan batin menyambut fajar Ramadan 1447 H.

Lebih dari Sekadar Ritual Bersih Makam
Sekretaris Desa Sumberdadi, Khoirul Anam, memandang agenda ini sebagai sebuah “teknologi sosial” untuk menjaga keharmonisan desa. Menurut sosok yang akrab disapa Irul ini, membersihkan nisan leluhur hanyalah simbol fisik dari tujuan yang lebih besar: membersihkan hati manusia yang masih hidup.

“Geren Masal adalah wujud nyata gotong royong. Selain merawat tempat peristirahatan terakhir sesepuh, momen ini adalah pengingat bagi kita untuk ‘bebersih’ hati dan mempererat silaturahmi sebelum memasuki bulan suci,” jelas Irul.

Dua Pilar Kekuatan Desa
Ritual ini berdiri kokoh di atas dua aspek yang saling mengunci:

  • Dimensi Spiritual: Lantunan Surat Yasin, Tahlil, dan doa bersama menciptakan suasana khidmat yang magis. Ini adalah ruang refleksi kematian yang menyejukkan.
  • Dimensi Sosial: Menjadi jembatan silaturahmi bagi warga yang jarang bertemu. Di sini, konflik kecil antar tetangga biasanya melebur dalam jabat tangan yang tulus.

Menjaga Jati Diri di Era Modern
Acara diakhiri dengan ritual bermaaf-maafan secara massal. Bagi warga Sumberdadi, memulai puasa dengan hati yang “plong” adalah syarat mutlak. Pemerintah desa berkomitmen menjaga tradisi ini agar tidak lekang oleh zaman, terutama bagi generasi muda agar tetap mengenal jati diri mereka sebagai masyarakat yang religius dan humanis.

Geren Masal tahun ini sukses menjadi pembuka pintu Ramadan yang menenangkan, membuktikan bahwa di Sumberdadi, penghormatan kepada masa lalu adalah cara terbaik untuk melangkah ke masa depan yang lebih berkah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Saat Legenda Prambanan Pindah ke Jalanan Subah Batang

22 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Trending di SOSBUD