Sumberdadi, Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Ketika masyarakat perkotaan sibuk dengan persiapan belanja menjelang Ramadan, warga Desa Sumberdadi memiliki cara yang jauh lebih puitis dan mendalam. Pada Kamis sore (12/2/2026), ratusan warga tumpah ruah di area pemakaman umum desa dalam ritual Geren Masal. Sebuah tradisi warisan leluhur yang mengubah wajah makam menjadi pusat rekonsiliasi sosial dan pembersihan jiwa.
Tradisi tahunan ini bukan sekadar ziarah biasa. Sejak pukul 16.00 WIB, aroma wangi bunga setaman mulai menyerbak, bersaing dengan angin sore yang sejuk. Geren Masal menjadi “panggung” di mana sekat antar-RT runtuh; semua warga duduk bersila, tanpa memandang status sosial, untuk mendoakan leluhur sekaligus mempersiapkan batin menyambut fajar Ramadan 1447 H.
Lebih dari Sekadar Ritual Bersih Makam
Sekretaris Desa Sumberdadi, Khoirul Anam, memandang agenda ini sebagai sebuah “teknologi sosial” untuk menjaga keharmonisan desa. Menurut sosok yang akrab disapa Irul ini, membersihkan nisan leluhur hanyalah simbol fisik dari tujuan yang lebih besar: membersihkan hati manusia yang masih hidup.
“Geren Masal adalah wujud nyata gotong royong. Selain merawat tempat peristirahatan terakhir sesepuh, momen ini adalah pengingat bagi kita untuk ‘bebersih’ hati dan mempererat silaturahmi sebelum memasuki bulan suci,” jelas Irul.
Dua Pilar Kekuatan Desa
Ritual ini berdiri kokoh di atas dua aspek yang saling mengunci:
- Dimensi Spiritual: Lantunan Surat Yasin, Tahlil, dan doa bersama menciptakan suasana khidmat yang magis. Ini adalah ruang refleksi kematian yang menyejukkan.
- Dimensi Sosial: Menjadi jembatan silaturahmi bagi warga yang jarang bertemu. Di sini, konflik kecil antar tetangga biasanya melebur dalam jabat tangan yang tulus.
Menjaga Jati Diri di Era Modern
Acara diakhiri dengan ritual bermaaf-maafan secara massal. Bagi warga Sumberdadi, memulai puasa dengan hati yang “plong” adalah syarat mutlak. Pemerintah desa berkomitmen menjaga tradisi ini agar tidak lekang oleh zaman, terutama bagi generasi muda agar tetap mengenal jati diri mereka sebagai masyarakat yang religius dan humanis.
Geren Masal tahun ini sukses menjadi pembuka pintu Ramadan yang menenangkan, membuktikan bahwa di Sumberdadi, penghormatan kepada masa lalu adalah cara terbaik untuk melangkah ke masa depan yang lebih berkah.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.