Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 3 Feb 2026 15:18 WIB ·

Dinas Perkim Pangkalpinang Dobrak Tabu Keterbukaan Data Digital


					Dinas Perkim Pangkalpinang Dobrak Tabu Keterbukaan Data Digital Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Selama ini, dokumen teknis seperti file Shapefile (SHP) peta kawasan sering dianggap sebagai “barang rahasia” yang sulit diakses masyarakat awam. Namun, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang baru saja mencatatkan sejarah baru dalam transparansi birokrasi dengan menyerahkan data digital tersebut kepada publik, Jumat (30/1/2026).

Langkah progresif ini dilakukan sebagai respons atas permintaan Gerakan Pemuda Pangkalpinang Bersatu (GPPB). Sekretaris Dinas Perkim, Rima, menyerahkan langsung data tersebut kepada Ketua Badan Riset Partai Demokrat Pangkalpinang, Edi Irawan. Penyerahan ini dipandang sebagai tamparan keras bagi instansi lain yang masih “alergi” terhadap mekanisme Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

“Semoga ini menjadi percontohan bagi dinas lainnya. Kami mendorong mahasiswa dan jurnalis untuk tidak ragu menjadikan badan publik sebagai mitra pengembangan pengetahuan,” ujar Edi Irawan dalam pertemuan di kantor dinas tersebut.

Melawan Maladministrasi dengan Data
Kepatuhan Dinas Perkim ini menjadi oase di tengah banyaknya temuan maladministrasi terkait informasi publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemkot Pangkalpinang dalam beberapa pekan terakhir. Saat banyak instansi bersembunyi di balik kerumitan birokrasi, Dinas Perkim justru menunjukkan bahwa data teknis pemetaan bisa diakses secara legal dan terbuka.

Gusti, Wakil Ketua GPPB, menekankan bahwa instansi pemerintah seharusnya menjadi pihak yang paling paham aturan. Menurutnya, UU KIP yang sudah berusia 17 tahun bukan lagi barang baru yang harus diperdebatkan prosedurnya. “Dinas harus paham bahwa hak masyarakat untuk mengakses informasi dijamin undang-undang. Ini demi perkembangan generasi mendatang,” tegasnya.

Era Baru Transparansi Pangkalpinang
Fenomena ini menarik karena inisiatif penegakan transparansi justru dimotori oleh aktivis pemuda dan figur non-akademisi hukum. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran warga terhadap hak hukumnya semakin menguat di tingkat akar rumput.

Dukungan regulasi di Pangkalpinang kini semakin kokoh dengan terbitnya Peraturan Wali Kota tentang Standar Pelayanan Informasi Publik. Regulasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar tata kelola pemerintahan ke depan tidak lagi menutup-nutupi data yang seharusnya menjadi konsumsi publik untuk riset, pemetaan swadaya, maupun fungsi kontrol kebijakan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Kelompok Tani Kuranji Terima Bantuan Becak Motor

22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Teknologi Canggih Pertanian Sumbar Sengsarakan Hasil Sortiran Petani

21 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Lurah Jati Tagih Komitmen Pembangunan Ketua DPRD Sumbar

20 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Haru Paskibraka Kamang Baru Kibarkan Bendera Depan Wagub

18 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Kala Malaka Memeluk Duka Flores dalam Keheningan Merah Putih

17 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ikan Bandeng & Lobster Tambak Jadi Primadona Pameran Malaka

16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Trending di KABAR PEMDA