Magetan [DESA MERDEKA] – Dalam upaya mengurangi timbunan sampah organik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mahasiswa KKN Universitas PGRI Madiun menggelar sosialisasi pembuatan eco-enzyme di Desa Sumberdukun, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/1) ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.
Eco-enzyme, cairan fermentasi dari sampah organik seperti sisa buah dan sayur, telah terbukti efektif sebagai pembersih alami dan pupuk organik. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana dan ramah lingkungan.
“Eco-enzyme ini bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga bisa jadi solusi untuk mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam rumah tangga,” ujar Ade Trisnawati, salah satu narasumber dari tim dosen teknik kimia Universitas PGRI Madiun.
Selama sosialisasi, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pembuatan eco-enzyme. Dengan bimbingan tim KKN, masyarakat antusias mengikuti setiap langkah, mulai dari pemilihan bahan hingga proses fermentasi.
Kepala Desa Sumberdukun, Kamto, menyambut baik inisiatif mahasiswa ini. “Kami berharap dengan adanya eco-enzyme, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola sampah organik dengan baik. Ini juga bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi desa,” ungkapnya.
Manfaat Eco-Enzyme:
- Mengurangi sampah organik: Membantu mengatasi masalah sampah yang semakin menumpuk.
- Pupuk organik: Menyuburkan tanah dan tanaman.
- Pembersih alami: Dapat digunakan sebagai pengganti deterjen dan pembersih rumah tangga lainnya.
- Ramah lingkungan: Tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Redaksi Desa Merdeka



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.