Kuningan, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Menjaga kelestarian alam di Kabupaten Kuningan kini bukan lagi sekadar kewajiban moral, melainkan investasi yang mendatangkan keuntungan nyata. Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, resmi meluncurkan program insentif bagi desa-desa yang terbukti aktif melestarikan lingkungan. Kebijakan ini mengubah wajah konservasi di tingkat akar rumput menjadi kompetisi positif yang menguntungkan ekosistem sekaligus kas desa.
Aksi nyata ini dimulai secara simbolis di Situ Caracas, Kecamatan Cilimus, Senin (10/2/2025). Tidak hanya sekadar seremoni, sebanyak 300 bibit pohon langka seperti Damar, Kihujan, Manglid, hingga Kaboa Afrika ditanam serentak. Melengkapi ekosistem air, 5.000 benih ikan juga ditebar untuk menjaga keseimbangan rantai makanan di kawasan tersebut.
Jargon “Lestari” Sebagai Mesin Penggerak
Bupati Dian memperkenalkan jargon “Lestari” sebagai landasan setiap kebijakan pemerintahannya. Lewat program ini, desa diposisikan sebagai ujung tombak pelestarian. Pemberian insentif fiskal ini menjadi daya tarik bagi pemerintah desa untuk lebih serius mengelola hutan kota, sumber air, dan kebersihan lingkungan wilayahnya.
“Alam adalah titipan untuk anak cucu. Dengan insentif ini, kita ingin desa-desa berlomba menjaga alam demi manfaat ekologis dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” ungkap Bupati Dian.
Strategi Menjaga Jalan Lingkar Timur
Fokus penghijauan kali ini sengaja menyasar area strategis, termasuk Hutan Kota Caracas dan sepanjang Jalan Lingkar Timur. Penanaman pohon di jalur ini bertujuan untuk menahan laju emisi kendaraan serta menjaga ketersediaan air tanah di area yang kini tengah berkembang pesat secara ekonomi.
Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari DPP Gema Jabar Hejo. Ketua DPP, Asep Ismail, menilai bahwa pendekatan insentif adalah cara paling logis untuk memicu partisipasi publik. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan tumbuh lebih cepat jika upaya pelestarian lingkungan berdampak langsung pada pembangunan desa mereka.
Kini, Kabupaten Kuningan bersiap menjadi laboratorium hijau di Jawa Barat, di mana setiap pohon yang tumbuh tegak dan setiap sungai yang bersih berarti tambahan modal bagi kemajuan desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.