Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Sumatera Barat tidak hanya bersiap dengan tradisi, tetapi juga strategi menjaga isi dompet warga. Melalui gelaran Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN) Ramadan Fest 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar bersama Pemerintah Provinsi melakukan langkah “jemput bola” untuk meredam lonjakan harga pangan, khususnya beras premium yang menjadi primadona warga lokal.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti fenomena unik di wilayahnya: masyarakat Sumbar memiliki standar selera tinggi dengan cenderung memilih beras premium (pulen). Hal inilah yang sering kali menjadi pemicu inflasi jika distribusi dan stoknya tidak dikelola dengan presisi.
“Daya beli masyarakat harus kita jaga. Salah satu kunci inflasi di Sumbar adalah beras. Dengan DAUN Ramadan Fest, kita kelola pasokan beras lokal berkualitas agar ketersediaannya aman dan harganya terjangkau,” tegas Mahyeldi saat pembukaan acara di Padang, Senin (9/2/2026).
Sinergi Lawan Bencana dan Spekulasi
Meski beberapa titik di Sumatera Barat sempat dihantam bencana hidrometeorologi, Mahyeldi menjamin stok pangan pokok dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah tengah bergerak cepat memperbaiki infrastruktur logistik agar distribusi dari lumbung pangan ke pasar tidak terhambat.
Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah mandat nyata BI dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah. Di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,33 persen, BI bersinergi dengan Bulog menghadirkan program penebusan beras pulen premium dengan harga miring bagi masyarakat.
Lebih dari Sekadar Bazar Pangan
Sudut pandang menarik dari festival ini adalah penggabungan antara edukasi ekonomi dan hiburan rakyat. Tidak hanya bazar UMKM, DAUN Ramadan Fest 2026 juga dimeriahkan dengan:
- Lomba Memasak Nasi Goreng: Menggunakan beras pulen lokal untuk mempromosikan produk petani daerah.
- Literasi Keuangan: Kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan perlindungan konsumen.
- Layanan Penukaran Uang: Memfasilitasi kebutuhan uang kartal baru menjelang lebaran.
- Ekosistem Halal: Penguatan sertifikasi halal bagi UMKM binaan.
Langkah kolaboratif ini membuktikan bahwa pengendalian inflasi tidak selalu kaku. Dengan pendekatan festival, pemerintah berhasil meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memastikan meja makan warga tetap terpenuhi dengan pangan berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.