Proyek Sumur Bor Desa Kleseleon Malaka Terbengkalai Akibat Mesin Pompa Terbakar
Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Proyek vital pembangunan sumur bor untuk pengairan lahan sawah di Dusun Bualaran, Desa Kleseleon, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), senilai lebih dari Rp200 juta yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2024, dilaporkan terbengkalai dan tidak berfungsi. Pipa penyedot dan selang aliran air dibiarkan menganga di lokasi titik pengeboran yang berada di tengah persawahan warga.
Berdasarkan penelusuran tim media ke lokasi pada Selasa, 24 November 2025, yang didampingi oleh Kaur Desa, terlihat lempengan panel surya (solar cell) sudah berdiri tegak, siap mengalirkan arus listrik. Namun, mesin pompa air tidak terpasang pada pipa isap yang tertanam. Selain itu, selang paralon juga teronggok terlantar di atas pematang persawahan, tidak jauh dari titik sumur bor.
Mesin Pompa Terbakar, Kontraktor Janji Pasang Mesin Baru
Proyek sumur bor ini dialokasikan untuk menunjang kebutuhan pengairan lahan sawah pada musim tanam kedua bagi masyarakat Dusun Bualaran yang selama ini tidak terjangkau oleh irigasi mata air Weliman dan Benenai.
Kepala Desa Kleseleon, Herman Seran, membenarkan bahwa anggaran Dana Desa 2024 sebesar lebih dari Rp200 juta dialokasikan untuk pengeboran air di dusun tersebut. Namun, ia menjelaskan kendala yang menyebabkan proyek tersebut mangkrak.
“Memang benar kita alokasikan dana desa untuk pengeboran sumur air di Dusun Bualaran. Tetapi dalam perjalanannya, ketika pihak ketiga dan teknisinya melakukan instalasi, mesin pompa air terbakar,” ungkap Herman Seran melalui sambungan telepon WhatsApp.
Kades Herman Seran mengaku telah memberikan kesempatan kepada pihak kontraktor pelaksana untuk segera mengganti mesin yang rusak. Bahkan, ia menyatakan rela membantu dengan menggunakan uang pribadinya demi mendatangkan mesin yang baru.
Komitmen dan Identitas Kontraktor
Herman Seran menjelaskan bahwa kontraktor pelaksana adalah CV yang nama resminya kurang ia ketahui, namun pemiliknya adalah Kevin Klau alias Kel Klau, yang disebut sebagai adik dari PJ Kepala Desa Maktihan.
“Mesinnya mereka (kontraktor) sudah beli baru dan sementara disimpan di rumahnya Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK),” jelas Herman.
Kades menambahkan, informasi terakhir dari pihak ketiga melalui TPK menyebutkan bahwa pemasangan mesin baru akan dilakukan pada hari Rabu, 25 November 2025. Namun, hingga berita ini diturunkan, pemasangan tersebut tidak terealisasi. Saat dikonfirmasi, Kades Herman sempat meminta awak media untuk tidak memuat berita tersebut sementara waktu.
Sementara itu, Kevin Klau alias Kel Klau, selaku pihak ketiga atau kontraktor, yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp, memilih untuk tidak merespon hingga berita ini diterbitkan. Kondisi ini menyisakan pertanyaan besar terkait komitmen dan tanggung jawab pelaksana proyek Dana Desa tersebut, mengingat kebutuhan air untuk musim tanam kedua masyarakat Kleseleon sangat mendesak.

Desa Membangun Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.