Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 28 Mei 2023 18:45 WIB ·

Cikampek Timur Gerak Cepat Tangani Limbah Hitam Diduga dari Percetakan


					Cikampek Timur Gerak Cepat Tangani Limbah Hitam Diduga dari Percetakan Perbesar

Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Warga Kampung Bakan Jati, Cikampek Timur, Kabupaten Karawang, dibuat resah oleh genangan air berwarna hitam pekat dan berbau busuk yang diduga merupakan limbah dari salah satu usaha percetakan. Menanggapi keresahan yang berulang, Kepala Desa (Kades) Cikampek Timur, Kriswanto, langsung memerintahkan jajaran stafnya untuk mengawal tuntas permasalahan ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Saya telah perintahkan staf untuk mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Sejak saya menjabat Kades, dalam satu tahun sudah dua kali laporan terkait dugaan pembuangan limbah ini kami terima dari masyarakat,” tegas Kriswanto.

Kades menduga limbah berwarna hitam dan berbau busuk yang ditemukan di lokasi berasal dari Percetakan Wijaya Ofset yang membuang sisa produksi secara sembarangan, menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga sekitar. Ia mendesak pihak perusahaan agar segera memberikan solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat Kampung Bakan Jati.

Protes Warga dan Dugaan Pelanggaran Berulang
Keresahan warga mencapai puncaknya pada Minggu, 28 Mei 2023, ketika sejumlah warga Kampung Bakan Jati secara proaktif melakukan aksi dan berupaya menemui pemilik percetakan. Tokoh masyarakat setempat, H. Ade, menjelaskan tujuan kedatangan mereka.

“Kedatangan saya bersama warga ke percetakan adalah untuk membuat laporan pengaduan terkait adanya air hitam yang mengalir di selokan warga. Kami menduga kuat itu adalah limbah B3 dari percetakan yang mengalir di kawasan perumahan,” kata H. Ade.

Menurut H. Ade, limbah yang diduga sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut sudah mengalir di got dekat rumah warga sejak dua pekan terakhir sebelum aksi. Namun, ia juga menegaskan bahwa masalah pembuangan limbah ini bukan hal baru.

“Perlu diketahui, pembuangan limbah seperti ini sudah terjadi lama sekali, bahkan sejak tahun 2018,” imbuhnya.

Limbah yang dialirkan ke parit tersebut digambarkan warga berwarna hitam seperti oli dan mengeluarkan bau tak sedap yang langsung berdampak terhadap kesehatan dan kenyamanan ratusan warga di lingkungan tersebut.

Sampel Dibawa ke DLH, Perusahaan Belum Beri Tanggapan
Ketika pihak perusahaan tidak mengakui bahwa limbah tersebut berasal dari aktivitas percetakan mereka, warga berinisiatif mengambil langkah tegas dengan menutup dan mengecor aliran yang masuk ke selokan pemukiman mereka.

H. Ade menyatakan bahwa masalah limbah ini akan segera disampaikan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang. Sampel air limbah berwarna hitam tersebut juga telah diambil oleh pihak terkait untuk diuji dan ditindaklanjuti secara hukum.

Langkah cepat Kades Cikampek Timur dan inisiatif warga mencerminkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan limbah industri, terutama yang berada di dekat permukiman penduduk, demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan dari pihak Percetakan Wijaya Ofset mengenai dugaan pembuangan limbah ini belum berhasil.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN