Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 26 Apr 2026 14:43 WIB ·

Satu Kursi BPD Bantarjaya: Perempuan Mulai Ambil Kendali


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Dominasi laki-laki di kursi kebijakan Desa Bantarjaya mulai mendapat tantangan serius. Anita Rahmawati, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (SAPA), resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa urusan dapur desa tak lagi bisa ditinggalkan dari tangan perempuan.

Hingga Sabtu (25/4), panitia mencatat 14 pelamar telah masuk meja pendaftaran. Menariknya, Dusun 1 memimpin peta persaingan dengan komposisi seimbang: 3 laki-laki dan 3 perempuan. Namun, potret kontras terlihat di Dusun 3 yang masih nihil keterwakilan perempuan, sebuah realitas yang menuntut evaluasi atas pemerataan partisipasi politik di tingkat akar rumput.

Visi Transparan: Akhiri Era BPD “Stempel”
Anita Rahmawati tidak datang dengan tangan kosong. Berbekal pengalaman sebagai kader Posyandu Anggrek 1, ia mengusung misi harmonisasi dan pengawasan transparan. Fokusnya jelas: memastikan aspirasi warga Kampung Pintu benar-benar sampai ke meja balai desa, tanpa ada yang ditutup-tupi.

Kehadiran sosok yang aktif dalam perlindungan anak ini diprediksi akan mengubah arah kebijakan Desa Bantarjaya delapan tahun ke depan. BPD ke depan dituntut lebih tajam dalam mengawasi kinerja pemerintah desa, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi yang mampu menampung keluhan warga secara langsung.

Antusiasme Tinggi, Transparansi Panitia Diuji
Ketua Panitia, Yogas, mengonfirmasi tingginya minat masyarakat dalam kontestasi kali ini. Dari total 14 calon, mayoritas masih berasal dari Dusun 1 dan Dusun 2. “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup baik,” ujarnya. Kini, bola panas berada di tangan panitia untuk menjamin seluruh tahapan berjalan terbuka dan sesuai aturan.

Masyarakat Bantarjaya kini memiliki tugas berat: mengawal proses seleksi agar jujur dan adil. Anggota BPD yang terpilih nantinya akan memegang mandat besar selama delapan tahun. Tanpa pengawalan ketat, mandat pengawasan dan penyerapan aspirasi warga berisiko luntur di tengah jalan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jangan Salahkan Lahan: Masyarakatnya yang Tidur, Bukan Tanahnya!

25 April 2026 - 17:21 WIB

Kursi Panas BPD Bantarjaya: Sayiban Mardiansyah Siap Gebrak Dusun 3

25 April 2026 - 16:40 WIB

Bukan Sekadar Jabatan, Pemilihan BPD Bantarjaya Jadi Ajang Pembuktian

25 April 2026 - 15:28 WIB

Kades Loleo Menghilang, Warga Geruduk DPMD Halmahera Selatan

24 April 2026 - 19:06 WIB

TNI Bangun Rumah Layak di Perbatasan Desa Malaka

24 April 2026 - 17:13 WIB

Digitalisasi Aspirasi: Suparman Siap Kawal Transparansi BPD Bantarjaya

24 April 2026 - 12:34 WIB

Trending di DESA