Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 7 Feb 2024 23:24 WIB ·

Camat Musi Bawa Pelayanan Kesehatan ke Ujung Negeri, Tantang Medan Ekstrem Demi Warga


					Camat musi didampingi kepala desa batnes para kepala desa melakukan simbolis pemberian vitamin kepada balita Perbesar

Camat musi didampingi kepala desa batnes para kepala desa melakukan simbolis pemberian vitamin kepada balita

Timor Tengah Utara [DESA MERDEKA] – Dalam semangat Nawacita, Camat Musi, Yohanes K. Olin, S.IP, M.Si., membuktikan dedikasinya dengan membawa pelayanan kesehatan langsung ke desa terpencil di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Desa Leona’i, Dusun C, Desa Batnes, menjadi saksi bisu perjuangan sang camat dalam menjangkau warga yang selama ini sulit diakses.

Medan yang ekstrem dengan jalan berbatu dan licin layaknya lintasan ninja warrior menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal ini tak menyurutkan langkah Camat Musi dan timnya untuk menggelar Bulan Operasi Timbang (BOT) pada Rabu, 7 Februari 2024.

“Kami sadar bahwa warga di daerah perbatasan ini membutuhkan perhatian khusus,” ujar Camat Musi. “Dengan BOT ini, kami ingin memastikan kesehatan mereka tetap terjaga, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.”

Kegiatan BOT diawali dengan penimbangan simbolik dan pemberian vitamin kepada anak-anak. Selain itu, tim medis juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat. Kehadiran Camat Musi beserta jajarannya disambut antusias oleh warga.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Camat,” ujar Dominikus Falo, salah satu tokoh masyarakat setempat. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami merasa diperhatikan dan tidak merasa terisolasi.”


Kolaborasi Demi Masyarakat

Suksesnya kegiatan BOT ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah kecamatan, puskesmas, dan masyarakat. Semua pihak bahu-membahu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Ini adalah contoh nyata dari semangat gotong royong,” tambah Camat Musi. “Kita semua harus bekerja sama untuk membangun desa ini menjadi lebih baik.”

Meskipun telah mencapai hasil yang positif, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Pembangunan jalan sabuk merah yang masih berlangsung menjadi salah satu kendala utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah perbatasan.

“Kami berharap pembangunan jalan sabuk merah dapat segera selesai,” ujar Camat Musi. “Dengan adanya jalan yang baik, aksesibilitas ke desa-desa terpencil akan semakin mudah dan pelayanan publik dapat lebih optimal.”

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 157 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Trending di KESEHATAN