Menu

Mode Gelap
Rembuk Stunting Desa Batang Bahas Konvergensi dan Perencanaan Pencegahan Stunting Tahun 2027 Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 21 Feb 2025 17:33 WIB ·

Bupati Bekasi: Dana Desa Bukan Sekadar Angka Proyek


					Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Bekasi untuk mengelola anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) secara tepat sasaran, efektif, dan efisien (Image courtesy: bekasikab.go.id/) Perbesar

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meminta seluruh kepala desa di Kabupaten Bekasi untuk mengelola anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) secara tepat sasaran, efektif, dan efisien (Image courtesy: bekasikab.go.id/)

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, memberikan mandat tegas kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Bekasi: Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) wajib dikelola secara tepat sasaran. Pesan ini bukan sekadar imbauan rutin, melainkan syarat mutlak dalam menyukseskan program 100 hari kerja kepemimpinan Ade-Asep periode 2025-2030.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi (20/2/2025), Ade menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak realisasi janji politik. Fokus utamanya bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga kesejahteraan sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat desa.

Infrastruktur dan Insentif Guru Ngaji
Ade mengajak para kepala desa untuk bersinergi dalam program nyata, mulai dari insentif bagi 10 orang guru ngaji di tiap desa hingga pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Targetnya ambisius: tahun 2026 menjadi momentum masuknya program unggulan, dengan harapan pada tahun ketiga dan keempat kepemimpinannya, seluruh masalah infrastruktur desa bisa terbenahi.

“Kita minta seluruh perangkat daerah dan camat mengejar target dengan minimal 50 persen realisasi pada tahun mendatang,” ujar Ade. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas hambatan birokrasi yang selama ini sering menghambat pembangunan di pelosok Bekasi.

Rekonsiliasi Pasca-Pilkada: Hentikan Polarisasi
Di luar urusan anggaran, Bupati Ade menyoroti isu sensitif pasca-Pilkada: keterbelahan masyarakat. Ia menginstruksikan para kepala desa dan lurah untuk menjadi pemersatu, bukan justru memelihara sekat akibat perbedaan pilihan politik.

Ade menegaskan bahwa masa kontestasi telah usai. Saat ini adalah waktunya bekerja tanpa ada diskriminasi atau pecah belah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun di tingkat desa. Ketegasan ini bertujuan agar konsentrasi perangkat desa tetap pada pelayanan publik, bukan pada sisa-sisa persaingan politik.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Emas Hitam di Atas Darah: Menghitung Nyawa di Lubang Tambang Sumbar

19 Mei 2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Sampai Akhir: Kepala Dinas PMD NTT Wafat

18 Mei 2026 - 09:33 WIB

Satu Minggu Tanpa Minyak Tanah, Anak Malaka Tak Sarapan

17 Mei 2026 - 19:04 WIB

Pesan dari Mandeh: Investasi Masuk, Kearifan Lokal Harus Terjaga

14 Mei 2026 - 22:02 WIB

Sawah Kembali Hijau: Sumbar Tuntaskan Rehabilitasi Lahan Pasca-Bencana

13 Mei 2026 - 21:02 WIB

Sawah dan Jalan Desa Sumbar Menanti Dana Rp17,9 Triliun

12 Mei 2026 - 15:34 WIB

Trending di PEMDA