Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 20 Agu 2023 17:59 WIB ·

Bukan Sekadar Jabatan, Pendamping Desa Jadi Penentu Nasib Dana Desa


					Bukan Sekadar Jabatan, Pendamping Desa Jadi Penentu Nasib Dana Desa Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Eksistensi tenaga pendamping desa kini tidak lagi hanya berada dalam “imajinasi” atau administratif belaka. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa pendamping desa harus menjadi sosok nyata yang mengetuk pintu rumah warga untuk memastikan kebijakan Dana Desa dirasakan manfaatnya secara langsung.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menekankan bahwa kualitas pendamping desa akan menentukan apakah Dana Desa dianggap sukses atau gagal oleh rakyat. Melalui forum Refreshment Training Penguatan Partisipasi Pegiat Desa (P3PD) di Semarang, Minggu (20/8/2023), ia meminta para pegiat desa di Jawa Tengah dan DIY untuk segera menginternalisasi materi pelatihan demi memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Survei Persepsi: Ujian Nyata bagi Pendamping
Sudut pandang menarik muncul saat Gus Halim mengungkapkan rencana kementerian untuk melakukan survei persepsi masyarakat pada Maret atau April 2024. Survei ini bukan sekadar formalitas, melainkan alat ukur apakah warga desa benar-benar paham dan merasakan manfaat Dana Desa.

“Persepsi positif dari masyarakat akan menjadi bukti nyata kerja keras pendamping desa. Jika hasilnya bagus, hal ini akan meningkatkan citra dan nilai tawar tenaga pendamping di pemerintahan selanjutnya,” ujar Doktor Honoris Causa dari UNY tersebut.

Gus Halim memberikan perspektif out of the box bahwa status “Desa Mandiri” bukan berarti tugas pendamping berakhir. Justru, semakin tinggi Indeks Desa Membangun (IDM) dan semakin besar alokasi anggaran, peran pendamping makin krusial. Fokus mereka harus bergeser: dari sekadar urusan infrastruktur (fisik) menuju pemberdayaan ekonomi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Target Besar P3PD 2023
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPSDM Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, memaparkan skala besar program ini. Pelatihan tersebut merupakan persiapan bagi tenaga pengajar untuk menjangkau 103.819 penggiat desa di 73 kabupaten yang tersebar di lima provinsi lokus P3PD. Khusus untuk sesi Refreshment Training ini, tercatat sebanyak 1.752 peserta ikut serta secara intensif.

Dengan transformasi ini, pendamping desa diharapkan tidak lagi menjadi sosok “asing” bagi warga, melainkan mitra strategis yang hadir secara informatif di setiap rumah. Pendamping adalah aset yang menjamin bahwa pertumbuhan ekonomi desa bukan sekadar angka, melainkan realitas di meja makan setiap keluarga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Trending di KABAR DESA