Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 25 Mei 2023 18:46 WIB ·

Anyaman Lontar Wulublolong: Kisah Perempuan Flores Timur Mandiri


					Anyaman Lontar Wulublolong: Kisah Perempuan Flores Timur Mandiri Perbesar

Menteri PPPA Puji Mama-Mama Wulublolong Mandiri, Tolak Rayuan Calo Migran

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, ke Desa Wulublolong, Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 24 Mei 2023, mengungkap sebuah praktik baik pemberdayaan kelompok perempuan yang berhasil mencapai kemandirian ekonomi. Kelompok ibu-ibu, yang akrab disapa mama-mama di Flores Timur, kini tak lagi hanya bergantung pada hasil berkebun yang sering kali tidak stabil.

“Dari mama-mama di Desa Wulublolong ini kita melihat praktik baik upaya pemberdayaan kelompok perempuan di desa agar bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Bintang Puspayoga saat berdiskusi dengan para penganyam di desa tersebut.

Anyaman Lontar Premium Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Para mama-mama di Wulublolong kini berfokus pada kerajinan anyaman daun lontar berkualitas tinggi. Kerajinan tangan premium ini memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan anyaman biasa, memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi keluarga mereka. Transformasi ekonomi ini sangat signifikan, terutama mengingat tantangan sosial di Provinsi NTT.

Menteri PPPA memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas ketangguhan para perempuan desa ini. Ia memuji pilihan mereka untuk berkarya di negeri sendiri di tengah maraknya modus rayuan dari calo tenaga kerja.

“NTT adalah salah satu provinsi yang banyak memasok tenaga kerja migran non-prosedural. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka karena kondisi ekonomi keluarga. Namun, mereka (mama-mama Wulublolong) adalah perempuan tangguh luar biasa. Keteguhan mereka untuk memilih berkarya di negeri sendiri patut kita apresiasi tinggi. Mereka tidak mudah terbujuk rayuan calo tenaga kerja yang menawarkan gaji besar untuk bekerja di luar provinsi atau di luar negeri,” puji Bintang.

Du Anyam Diberi Apresiasi, Diharap Saling Support
Keberhasilan mama-mama Wulublolong ini juga tak lepas dari peran Du Anyam, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kerajinan tangan. Du Anyam mulai melakukan intervensi di Flores Timur sejak tahun 2015, membantu meningkatkan kesejahteraan perempuan di kawasan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Du Anyam yang memiliki kepedulian sosial luar biasa, membantu meningkatkan kesejahteraan para perempuan di Flores Timur,” tutup Menteri Bintang.

Lebih lanjut, Menteri PPPA berharap agar para mama-mama yang menjadi koordinator penganyam dapat mengajak lebih banyak perempuan lain untuk bergabung. Ia menekankan pentingnya solidaritas perempuan sebagai kekuatan ekonomi nasional.

“Kalau perempuan sudah saling support satu sama lain, ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Perempuan mendominasi setengah dari total penduduk di Indonesia. Kekuatan ini harus dioptimalkan,” tandasnya.

Kisah Wulublolong menjadi inspirasi nyata bahwa melalui pendampingan UMKM yang tepat dan keteguhan perempuan desa, kemandirian ekonomi dapat diwujudkan, sekaligus membentengi keluarga dari risiko menjadi pekerja migran non-prosedural.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 78 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siapa di Balik Layar? Aroma ‘Bekingan’ Menyengat dalam Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo

5 Mei 2026 - 09:21 WIB

“Uji Nyali” Inspektorat Halsel: Di Balik Aset Mewah Kades Loleo dan Aroma Proyek Fiktif yang Menyengat

5 Mei 2026 - 09:16 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Trending di RAGAM