Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 25 Jan 2026 14:28 WIB ·

Adopsi Ilmu Bali, Desa Bulurejo Kini Poros Pangan Gresik


					Adopsi Ilmu Bali, Desa Bulurejo Kini Poros Pangan Gresik Perbesar

Gresik, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Ketahanan pangan sering kali dianggap sebagai urusan pusat, namun Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, membuktikan bahwa kedaulatan pangan sejati justru lahir dari inisiatif akar rumput. Di bawah kendali Kepala Desa Imam Shofwan, pertanian di desa ini tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional yang statis, melainkan “mesin” utama kemandirian ekonomi desa.

Strategi unik yang dijalankan Pemdes Bulurejo adalah melakukan “diplomasi agraris” lintas pulau. Sejak tahun 2023, aparatur desa melakukan studi mendalam ke Desa Sidan, Kabupaten Gianyar, Bali. Tujuannya tegas: menyerap teknologi pertanian organik dan integrasi desa wisata untuk kemudian dicangkokkan ke dalam sistem pembangunan di Gresik.

Pertanian Organik sebagai Investasi Masa Depan
Bulurejo menyadari bahwa ketergantungan pada pupuk kimia adalah bom waktu bagi produktivitas lahan. Melalui program “Peningkatan Kapasitas Pertanian dan BUMDes”, desa ini mulai mengalihkan fokus pada sistem pertanian organik berkelanjutan. Langkah ini diambil bukan sekadar mengikuti tren, melainkan untuk menciptakan ekosistem tanah yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Dalam proses belajarnya di Bali, rombongan Pemdes Bulurejo mengobservasi langsung bagaimana pertanian dikelola secara terpadu. Mereka mempelajari teknis produksi hingga bagaimana hasil tani dipasarkan melalui kelembagaan ekonomi desa yang kuat.

Peran Sentral BUMDes dalam Rantai Pasok
Salah satu poin out of the box dari pembangunan Bulurejo adalah pergeseran peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes kini disiapkan sebagai jembatan antara petani dan pasar. Dengan keterlibatan kelembagaan desa, petani tidak lagi berjuang sendirian menghadapi fluktuasi harga yang sering kali merugikan saat panen raya tiba.

Menantang Dinamika Zaman
Rekam jejak yang dibangun sejak 2023 ini menempatkan Bulurejo di posisi yang lebih unggul dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global. Ketika banyak desa baru mulai meraba-raba program ketahanan pangan, Bulurejo sudah memiliki fondasi kapasitas SDM yang matang.

Kepala Desa Imam Shofwan menegaskan bahwa pertanian adalah poros, bukan sektor pinggiran. Keberanian untuk belajar dari praktik terbaik di daerah lain seperti Gianyar menunjukkan bahwa Desa Bulurejo memiliki visi terbuka untuk menjadi desa mandiri yang siap menghadapi tantangan zaman melalui kedaulatan pangan yang terintegrasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA