Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 23 Apr 2023 08:29 WIB ·

Listrik Byar-Pet OKU Selatan: Tagihan Cepat, Pelayanan Lambat


					Listrik Byar-Pet OKU Selatan: Tagihan Cepat, Pelayanan Lambat Perbesar

OKU Selatan, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] Warga di beberapa wilayah Kabupaten OKU Selatan, termasuk Ranau Raya hingga Buay Sandang Aji, mulai habis kesabaran. Selama dua bulan terakhir, pasokan listrik dari PLN Rayon Muaradua dilaporkan tidak stabil dan sering padam mendadak. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas harian, tetapi juga mulai merusak peralatan elektronik rumah tangga milik warga.

Ironi di lapangan semakin terasa ketika warga membandingkan buruknya suplai energi dengan ketegasan petugas dalam penyegelan meteran. Indri, warga Bumi Agung, mengeluhkan ketidakprofesionalan ini. Menurutnya, PLN sangat cepat menindak keterlambatan bayar, namun seolah menganggap pemadaman berulang sebagai hal biasa tanpa solusi pasti.

Ekonomi Warga Lumpuh, Alat Elektronik Rusak
Pemadaman yang tidak menentu ini memicu kerugian nyata di sektor ekonomi dan pelayanan publik. Ayik, warga terdengar geram, menekankan bahwa PLN tidak boleh menunggu kerusakan parah baru melakukan perbaikan. Ketidakstabilan tegangan saat listrik kembali menyala juga berisiko tinggi memicu korsleting listrik yang membahayakan pemukiman warga.

“Kami meminta masalah ini tidak berlarut-larut. PLN Rayon Muaradua harus meningkatkan kinerja,” tegas Ayik. Keluhan warga ini didasari oleh tidak adanya informasi transparan mengenai penyebab utama gangguan yang berlangsung lama tersebut.

Penjelasan PLN: Kendala Tiang Longsor
Menanggapi gelombang protes warga di grup diskusi OKUS-TALK, Kepala PLN Rayon Muaradua, Fitria Velayanty, akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa gangguan dipicu oleh proses perbaikan tiang listrik yang longsor.

Menurut Fitria, suplai listrik kota sementara dialihkan dari arah Simpang Haji. Namun, proses ini mengalami kendala teknis akibat beban berat dan kabel penarik tiang yang bermasalah, sehingga terjadi gagal suplai. Meski alasan teknis telah disampaikan, warga tetap mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar hak mereka sebagai konsumen terpenuhi secara adil dan stabil.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

Trending di LINGKUNGAN