Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 11 Sep 2023 19:38 WIB ·

Pembangunan Jalan Desa Wisata Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur


					Pembangunan Jalan Desa Wisata Dongkrak Ekonomi Indonesia Timur Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Akses jalan yang buruk sering kali menjadi tembok penghalang bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi di pelosok daerah. Menyadari hal tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong pemerintah daerah untuk bergerak cepat memetakan kebutuhan infrastruktur transportasi di wilayahnya.

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa ketersediaan jalur transportasi yang layak merupakan kunci utama untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke destinasi wisata buatan maupun alam di pedesaan. Ketika jalur transportasi terbuka lebar, peluang usaha bagi warga lokal otomatis akan ikut bergeliat.

“Infrastruktur jalan itu banyak, cuma sering kali kita tidak tahu lokasinya secara pasti. Jadi, pemerintah daerah harus tahu betul di mana titik-titik jalan yang krusial tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Gus Halim ini saat menerima kunjungan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, di Jakarta.

Bagi masyarakat di luar perkotaan, jalur transportasi bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan urat nadi perekonomian yang memiliki dampak domino terhadap pertumbuhan nasional. Selain menyokong sektor pelesiran, jalur yang mulus mempermudah para petani mengangkut hasil bumi ke pasar dengan biaya lebih murah dan waktu lebih singkat. Di sisi lain, mobilitas warga untuk mendapatkan layanan pendidikan serta fasilitas kesehatan menjadi jauh lebih adaptif.

Gus Halim secara khusus meminta Bupati Manggarai Timur menyusun peta digital dan gambar teknis yang detail mengenai kebutuhan jalur transportasi di wilayahnya. Data konkret ini nantinya akan dikonsolidasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kesepakatan lintas kementerian yang sudah berjalan.

Langkah taktis ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang tertuang dalam RPJM 2020-2024 untuk memperkecil kesenjangan pembangunan di wilayah Indonesia Timur, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua. Strategi yang diterapkan dirancang secara mikro dengan menyesuaikan karakter budaya serta tantangan geografis masing-masing daerah.

“Indonesia Timur saat ini menjadi prioritas utama kami. Boleh dibilang, seluruh perhatian kami sedang terfokus untuk memajukan pembangunan di sana,” kata Gus Halim.

Dalam agenda diskusi tersebut, Gus Halim didampingi oleh jajaran pejabat teras Kemendes PDTT, di antaranya Plt. Dirjen PPDT Rafdinal, Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa Moh Fachri, serta Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa Dewi Yuliani.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Sumpah Setia dan Bayang-Bayang Konflik di Balik Sterilisasi Pilkades Pebayuran

9 September 2026 - 14:23 WIB

Petahana Juhendi Sulaeman Raih Nomor Urut 3 Pilkades Karanghaur

9 September 2026 - 13:29 WIB

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Trending di KABAR DESA