Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memasang target ambisius untuk menjadikan tahun 2027 sebagai titik balik pertumbuhan ekonomi melalui investasi padat karya. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa setiap modal yang masuk harus memberikan efek nyata bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja masif hingga penguatan industri lokal di tingkat daerah.
Dalam Musrenbang RKPD 2027, Rabu (8/4/2026), Vasko menekankan bahwa investasi bukan sekadar membangun fisik, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Strategi ini bertumpu pada hilirisasi pertanian, pariwisata berkelanjutan seperti di Mandeh dan Mentawai, serta pengembangan energi terbarukan panas bumi yang tersebar di titik-titik strategis daerah.
Infrastruktur sebagai Pengungkit Ekonomi Desa
Konektivitas menjadi pilar utama dalam portofolio strategis Sumbar. Pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer dan Fly Over Sitinjau Lauik diproyeksikan menjadi solusi untuk menekan biaya logistik produk unggulan dari desa ke pelabuhan. Optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang juga disiapkan sebagai simpul distribusi utama yang akan mempercepat arus perdagangan komoditas daerah.
“Investor tidak hanya mencari peluang, tetapi kepastian,” ujar Vasko. Ia mendorong para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk bertindak layaknya CEO yang proaktif dalam menjemput peluang, memastikan kesiapan lahan, serta memberikan kemudahan perizinan melalui sistem digital yang transparan.
Target Rp13,3 Triliun: Kolaborasi dan Transformasi
Pemprov Sumbar memproyeksikan tren investasi akan terus naik hingga mencapai Rp18,8 triliun pada tahun 2030. Fokus ke depan tidak hanya pada proyek besar, tetapi juga penguatan UMKM agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam derasnya arus investasi. Transformasi birokrasi melalui sistem OSS menjadi harga mati untuk menghapus tumpang tindih regulasi yang selama ini menghambat gerak cepat daerah.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan risiko bencana, sinergi antara pembangunan infrastruktur, energi, dan pariwisata diyakini mampu membawa Sumatera Barat bertransformasi. Kuncinya terletak pada kolaborasi aktif seluruh pihak untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh hingga ke pelosok wilayah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.