Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 7 Apr 2026 21:21 WIB ·

BPKP Kawal Pangan dan Bencana Sumbar pada 2026


					BPKP Kawal Pangan dan Bencana Sumbar pada 2026 Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Tata kelola pembangunan Sumatera Barat menuju tahun 2026 dipastikan bakal lebih ketat dan transparan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menggandeng BPKP Perwakilan Sumbar untuk membedah perencanaan dan penganggaran, guna memastikan setiap rupiah negara benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, terutama di sektor pangan dan pemulihan bencana.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa masukan strategis dari BPKP adalah “kompas” untuk memastikan program di lapangan berjalan efektif dan konsisten. Penyerahan Laporan Eksekutif Daerah (LED) Semester II Tahun 2025 menjadi momentum bagi para Bupati dan Wali Kota se-Sumbar untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih berorientasi hasil.

Fokus pada Perut Rakyat dan Mitigasi Bencana
Ada tiga isu krusial yang menjadi sorotan tajam BPKP dalam perencanaan ke depan: keberlanjutan produksi pangan, penguatan infrastruktur distribusi, serta intervensi cadangan pangan. Kebijakan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan yang seringkali mencekik masyarakat di tingkat akar rumput dan perdesaan.

Selain urusan perut, Mahyeldi memberikan atensi khusus pada pengawasan program pascabencana. Mengingat tingkat kerawanan bencana di Sumbar yang tinggi, pengawasan ketat diperlukan agar bantuan dan perbaikan infrastruktur berjalan tepat sasaran tanpa adanya kebocoran anggaran yang merugikan warga terdampak.

Transparansi Data sebagai Komitmen
Sebagai jaminan akuntabilitas, Pemprov Sumbar membuka akses penuh terhadap data dan dokumen yang dibutuhkan BPKP. Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, Arif Ardiyanto, mencatat bahwa meski capaian pembangunan Sumbar saat ini sudah cukup bagus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pengawasan yang adaptif dan kolaboratif tetap menjadi kunci agar program strategis daerah tidak melenceng dari ketentuan.

Sinergi ini diharapkan dapat menutup celah inefisiensi anggaran, sehingga pembangunan infrastruktur dan distribusi pangan di wilayah-wilayah kabupaten/kota dapat berjalan lebih cepat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di pelosok daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Sumbar Bangkit: Rehabilitasi Lahan Desa Dipercepat 100 Persen

17 April 2026 - 15:08 WIB

Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas

16 April 2026 - 08:08 WIB

Pangkalpinang Genjot Serapan APBD Tanpa Bebani Dompet Rakyat

16 April 2026 - 05:08 WIB

Stabilitas Politik: Fondasi Utama Percepatan Pembangunan Desa

15 April 2026 - 20:30 WIB

Mahyeldi Serap Ilmu Tokoh Dunia Demi Pimpin Sumbar

15 April 2026 - 19:17 WIB

Duplikasi Model Pariaman: Petani Desa Sumbar Tembus Pasar Jakarta

15 April 2026 - 18:07 WIB

Trending di PEMDA