Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 15 Mar 2026 12:43 WIB ·

Siasat Pulihkan Ekonomi Tanah Datar Lewat Penyelamatan Sektor Pertanian


					Siasat Pulihkan Ekonomi Tanah Datar Lewat Penyelamatan Sektor Pertanian Perbesar

Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar kini memasuki fase krusial dengan fokus utama pada sektor agraria. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkab Tanah Datar bersepakat bahwa menghidupkan kembali lahan pertanian bukan sekadar urusan bercocok tanam, melainkan langkah vital untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah dan menekan laju inflasi daerah.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (14/3/2026), terungkap fakta bahwa 72 persen masyarakat Tanah Datar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, percepatan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak menjadi harga mati untuk mencegah kesejahteraan warga semakin merosot.

Prioritas Utama: Perbaikan Jaringan Irigasi
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kerusakan masif pada infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi. Tanpa aliran air yang stabil, produksi komoditas unggulan Tanah Datar terancam anjlok, yang pada gilirannya akan mengganggu pasokan pangan di Sumatera Barat.

“Banyak jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat berdampak pada menurunnya produksi pertanian secara luas,” tegas Eka. Penanganan secara bertahap terus dilakukan agar aktivitas ekonomi warga bisa segera kembali ke titik normal.

Sinergi Menghadapi Perlambatan Ekonomi 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyebutkan bahwa sektor pertanian tetap diproyeksikan menjadi penopang utama ekonomi Sumbar tahun 2026, meski di tengah ancaman perlambatan investasi dan keterbatasan belanja pemerintah. Sinergi antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci agar program pemulihan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain fokus pada lahan tani, pertemuan ini juga merumuskan kesiapan menghadapi Idulfitri. Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjadi agenda darurat untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah proses transisi pascabencana. Dengan pemulihan yang terarah, Tanah Datar diharapkan kembali menjadi lumbung pangan yang kokoh bagi Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

APBD Sumbar 2027 Kritis, Anggaran Nagari Terancam Dipangkas

28 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Dapur Umum Lumpuh, Rendang Minang Jadi Penyelamat NTT

25 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Kisah Sukses Dr. Endrizal Hidupkan Ekonomi Pelosok Sumbar

24 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Lima Kelompok Tani Kuranji Terima Bantuan Becak Motor

22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Teknologi Canggih Pertanian Sumbar Sengsarakan Hasil Sortiran Petani

21 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Lurah Jati Tagih Komitmen Pembangunan Ketua DPRD Sumbar

20 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Trending di KABAR PEMDA