Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 2 Feb 2026 21:22 WIB ·

Lauk Pauk Laut Jadi Penentu Napas Ekonomi Pangkalpinang


					Lauk Pauk Laut Jadi Penentu Napas Ekonomi Pangkalpinang Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Meski inflasi bulanan di Pangkalpinang pada Januari 2026 terpantau “adem” di angka 0,11 persen (month to month), struktur kenaikan harganya mengungkap realita menarik. Bukan beras atau cabai, justru ikan tenggiri dan cumi-cumi yang menjadi motor utama penggerak biaya hidup di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 107,65 per Senin (2/2/2026). Data ini menunjukkan bahwa dapur warga sangat sensitif terhadap hasil laut, di mana kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil inflasi sebesar 0,19 persen.

Dilema Ikan dan Listrik
Pranata Komputer Ahli Madya BPS Pangkalpinang, Livio Mayesta, merinci komoditas “juara” inflasi awal tahun ini: ikan tenggiri, ikan selar (tude), ikan dencis, hingga cumi-cumi. Namun, tantangan sesungguhnya muncul pada angka tahunan (year on year) yang menyentuh 3,69 persen.

Berbeda dengan angka bulanan, inflasi tahunan justru dipicu oleh beban biaya tempat tinggal. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi masif hingga 2,28 persen. Artinya, warga Pangkalpinang saat ini sedang “terjepit” di antara harga listrik yang stabil tinggi dan harga pasar ikan yang fluktuatif.

Respons Strategis Pemerintah Kota
Menanggapi fenomena angka tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang menjadikan data BPS sebagai navigasi kebijakan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Juhaini, menegaskan bahwa angka ini adalah alarm untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

“Data ini potret objektif kondisi kita. Dasar strategis bagi kami bukan hanya menjaga stabilitas harga di pasar ikan, tapi juga memastikan lonjakan biaya energi tidak menggerus daya beli masyarakat untuk kebutuhan dasar,” ujar Juhaini.

Integrasi data ini diharapkan memicu kebijakan yang lebih taktis, seperti pengaturan distribusi hasil laut atau subsidi tepat sasaran pada sektor energi, agar stabilitas ekonomi di “Kota Beribu Senyuman” tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Solok Selatan Akselerasi Pembangunan Desa dan Infrastruktur Strategis

10 Juni 2026 - 21:27 WIB

Terminal Barang Glagahan: Peluang Emas atau Ancaman Desa?

8 Juni 2026 - 22:18 WIB

Sampah Jadi Berkah, Strategi Sumbar Menuju Indonesia Asri

6 Juni 2026 - 23:38 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Pancasila Sebagai Jangkar Persatuan Masyarakat Desa

1 Juni 2026 - 17:35 WIB

Reformasi Birokrasi Sumbar: Kualitas Pelayanan Publik Kini Naik Kelas

30 Mei 2026 - 07:50 WIB

Trending di PEMDA