Pangkalpinang, Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kota Pangkalpinang tengah menyiapkan “wajah baru” untuk Pasar Pagi. Tidak lagi sekadar tempat transaksi sayur dan daging yang identik dengan kesan kumuh, pasar legendaris ini diproyeksikan menjadi pusat integrasi layanan publik dan fasilitas sosial modern pada pertengahan tahun 2026.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal revitalisasi total ke Kementerian Perdagangan sejak November lalu. Fokus utama perubahan ini adalah menghidupkan lantai dua pasar yang selama ini sepi peminat, dengan mengonversinya menjadi area produktif non-pedagang.
Lantai Dua: Dari Sepi ke Pusat Interaksi
Langkah out of the box ini diambil untuk memecahkan masalah klasik pasar tradisional: lantai atas yang selalu ditinggalkan pembeli. Berdasarkan arahan kementerian, area tersebut akan diubah fungsinya menjadi:
- Pusat Layanan Keuangan: Kehadiran kantor kas perbankan dan deretan mesin ATM.
- Area Komersial & Sosial: Pusat kuliner (food court), musala representatif, hingga aula pertemuan warga.
- Fasilitas Publik: Kantor pelayanan administrasi yang memudahkan warga.
“Kita ingin masyarakat datang ke pasar tidak hanya untuk belanja kebutuhan dapur, tapi juga untuk urusan administrasi atau sekadar berinteraksi sosial di food court,” ujar Prof. Saparudin, Jumat (30/01/2026).

Inovasi PDAM untuk Kebersihan Permanen
Sambil menunggu kucuran dana revitalisasi, pembenahan infrastruktur dasar sudah mulai bergerak. Uniknya, Pemkot Pangkalpinang tidak lagi ingin mengandalkan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan pasar.
Pemerintah akan memasang sistem penyemprotan air permanen yang terkoneksi langsung dengan PDAM di empat pasar utama. Inovasi ini memastikan pembersihan drainase dan lapak dapat dilakukan kapan saja secara lebih efisien tanpa mengganggu arus lalu lintas oleh kendaraan besar pemadam.

Kolaborasi Lintas Sektor
Gerakan pembersihan pasar saat ini melibatkan sinergi enam perangkat daerah, mulai dari Satpol PP hingga Dinas Lingkungan Hidup. Fokusnya adalah memastikan aliran air di selokan lancar guna mencegah bau tak sedap dan banjir.
Prof. Saparudin juga memberikan instruksi tegas bagi para pedagang untuk menjaga kebersihan lapak masing-masing secara mandiri. Dengan dukungan APBD dan dana pusat, wajah Pasar Pagi Pangkalpinang diharapkan segera bertransformasi menjadi ikon wisata belanja yang bersih, nyaman, dan multifungsi.
“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban undang-undang, melainkan instrumen penting untuk memenuhi hak masyarakat dan membangun kepercayaan publik.”
Pangkal Pinang


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.