Pasuruan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Siapa sangka sebuah grup komunitas digital bisa menciptakan magnet ekonomi dan olahraga di tingkat desa? Perayaan hari jadi (Anniversary) Info Seputar Gempol (ISG) pada Minggu (11/1/2026) membuktikan hal tersebut. Bertempat di Wisata Sumber Air Panas Wong Pulungan, Desa Kepulungan, ISG berhasil menyulap perayaan komunitas menjadi turnamen catur bergengsi yang memikat ratusan peserta dari berbagai provinsi.
Langkah ini dianggap sebagai terobosan dalam mempromosikan destinasi wisata lokal melalui kegiatan komunitas yang produktif. Bukan sekadar kumpul anggota, ISG justru menghadirkan kompetisi yang menyedot perhatian 157 pecatur, yang terdiri atas 121 kategori senior dan 36 kategori junior.

Magnet Peserta Luar Daerah
Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa skala acara ini melampaui batas wilayah. Tak hanya dari Pasuruan atau Sidoarjo, para “atlet asah otak” ini datang jauh-jauh dari Malang, Indramayu, Grobogan, hingga Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan komunitas digital seperti ISG mampu menggerakkan sport tourism secara mandiri dan efektif.
Ketua ISG sekaligus Ketua Panitia, Hadi Suar, mengaku terkejut melihat membludaknya peserta. “Antusiasmenya luar biasa. Ini memicu kami untuk membuat event serupa tahun depan dengan kemasan dan total hadiah yang jauh lebih besar,” ungkapnya saat memberikan keterangan di sela-sela acara.
Kolaborasi Sektor Publik dan Swasta
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi apik antara komunitas, pemerintah, dan sektor industri. Dukungan mengalir dari raksasa industri seperti CCEP Indonesia, PT Rizki Megatama Sentosa, hingga PT Liman Jaya Anugrah. Bahkan, dukungan politik pun hadir dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, dan Wakil Ketua DPRD, Adinda Denisa.
Rangkaian acara pun dikemas secara inklusif. Dimulai dengan senam pagi yang didominasi ibu-ibu warga sekitar, hingga prosesi sakral pemotongan tumpeng yang diserahkan langsung kepada Camat Gempol, Hadi Mulyono. Strategi ini berhasil menciptakan kebersamaan antara warga lokal dengan para pendatang.
Hasil Pertandingan dan Motivasi Atlet
Kompetisi berlangsung ketat hingga sore hari. Pada kategori senior, Antok asal Sidoarjo berhasil menyabet juara pertama dan membawa pulang trofi serta uang pembinaan. “Lawannya kompetitif dan permainannya seru. Jika ISG mengadakan acara lagi, saya pasti datang,” kata Antok optimis.
Pemberian uang pembinaan tidak hanya untuk pemenang utama; sebanyak 30 peserta senior dan 10 peserta junior mendapatkan apresiasi finansial. Bagi peserta seperti Ari Bastian asal Malang, besaran hadiah menjadi motivasi tambahan yang membuat kompetisi semakin kompetitif.
Melalui perayaan ini, ISG membuktikan bahwa komunitas informasi di media sosial bisa bertransformasi menjadi penggerak ekonomi nyata yang mampu menghidupkan pariwisata desa melalui inovasi kegiatan yang segar.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.