Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 3 Jan 2026 09:33 WIB ·

Revolusi Jurnalisme Siber: AKPERSI Siapkan 3.000 Wartawan Profesional Nasional


					Revolusi Jurnalisme Siber: AKPERSI Siapkan 3.000 Wartawan Profesional Nasional Perbesar

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Dunia pers siber Indonesia kedatangan kekuatan baru yang berkomitmen mengikis stigma “wartawan bodrex” melalui jalur kompetensi. Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), organisasi profesi yang baru seumur jagung, menunjukkan taringnya dengan merangkul lebih dari 3.000 jurnalis di 33 provinsi untuk bertransformasi menjadi praktisi media yang berintegritas dan melek digital.

Didirikan pada 6 Agustus 2024 di Palembang, AKPERSI hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai “rumah aman” bagi jurnalis independen. Fokus utamanya adalah mendorong anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers, sebuah langkah krusial untuk memastikan setiap berita yang diproduksi memenuhi standar kode etik jurnalistik.

Sinergi IT dan Hukum di Tangan Rhino Triyono
Di balik ekspansi kilat organisasi ini, ada sosok Rhino Triyono (atau Rino Triyono), seorang Ketua Umum dengan latar belakang langka: perpaduan antara ahli teknologi informasi (S.Kom.) dan praktisi hukum (S.H.). Profilnya sebagai “Sang Programmer” memberikan warna tersendiri bagi AKPERSI dalam menghadapi tantangan jurnalisme di era algoritma.

Rhino bukan sekadar pemimpin administratif. Dengan sederet gelar sertifikasi profesional seperti C.IJ. hingga C.F.L.E., ia aktif turun ke lapangan—mulai dari NTT hingga Medan—untuk memastikan perlindungan hukum bagi anggotanya tetap terjaga. Baginya, jurnalisme adalah gerakan moral. Salah satu aksi nyatanya adalah penggunaan teknologi drone dalam investigasi kasus lahan, membuktikan bahwa jurnalisme masa depan harus berbasis data dan teknologi.

Infrastruktur dan Legalitas yang Kokoh
Meski baru dikukuhkan secara nasional pada September 2024, AKPERSI telah membangun fondasi organisasi yang mapan. Dengan sekretariat pusat di Parung Panjang, Bogor, organisasi ini telah mengantongi legalitas lengkap, termasuk NIB 2409240045255.

Rakernas perdana di Cianjur pada akhir 2025 menjadi tonggak sejarah dengan tema besar “Transformasi Jurnalis: Digitalisasi, Konten Kreator Bukan Jurnalis”. Tema ini menegaskan posisi AKPERSI agar anggotanya tetap teguh pada fungsi pers murni sebagai pilar keempat demokrasi, bukan sekadar pembuat konten demi engagement.

Misi Sosial dan Perlindungan Hukum
AKPERSI juga dikenal vokal dalam mengawal kasus-kasus yang menyentuh masyarakat bawah, seperti di Purworejo dan Wonosobo. Organisasi ini memposisikan diri sebagai jembatan keadilan, memastikan suara-suara sumbang yang tersumbat di daerah dapat terdengar hingga ke level nasional melalui penguatan jurnalisme investigatif.

“AKPERSI hadir untuk mengayomi. Kami ingin memastikan setiap wartawan merasa aman menjalankan tugasnya sesuai UU Pers No. 40/1999,” pungkas Rhino dalam sebuah keterangannya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Endarmi Cup I: Gerbang Prestasi Pemuda Desa Sumatera Barat

17 Juni 2026 - 09:47 WIB

Strategi Meja Makan, Bupati Sidrap Ubah Lahan Tidur Jadi Lumbung

15 Juni 2026 - 01:13 WIB

BLT Desa Sungai Intan: Menjangkau Warga Hingga ke Pelosok

14 Juni 2026 - 22:53 WIB

Petani Pasaman Kini Berdaya Berkat Perda Komoditas Unggulan

13 Juni 2026 - 22:39 WIB

Transparansi Informasi Publik Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

13 Juni 2026 - 15:22 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

13 Juni 2026 - 06:06 WIB

Trending di RAGAM