Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Dunia pers siber Indonesia kedatangan kekuatan baru yang berkomitmen mengikis stigma “wartawan bodrex” melalui jalur kompetensi. Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), organisasi profesi yang baru seumur jagung, menunjukkan taringnya dengan merangkul lebih dari 3.000 jurnalis di 33 provinsi untuk bertransformasi menjadi praktisi media yang berintegritas dan melek digital.
Didirikan pada 6 Agustus 2024 di Palembang, AKPERSI hadir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sebagai “rumah aman” bagi jurnalis independen. Fokus utamanya adalah mendorong anggota mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers, sebuah langkah krusial untuk memastikan setiap berita yang diproduksi memenuhi standar kode etik jurnalistik.

Sinergi IT dan Hukum di Tangan Rhino Triyono
Di balik ekspansi kilat organisasi ini, ada sosok Rhino Triyono (atau Rino Triyono), seorang Ketua Umum dengan latar belakang langka: perpaduan antara ahli teknologi informasi (S.Kom.) dan praktisi hukum (S.H.). Profilnya sebagai “Sang Programmer” memberikan warna tersendiri bagi AKPERSI dalam menghadapi tantangan jurnalisme di era algoritma.
Rhino bukan sekadar pemimpin administratif. Dengan sederet gelar sertifikasi profesional seperti C.IJ. hingga C.F.L.E., ia aktif turun ke lapangan—mulai dari NTT hingga Medan—untuk memastikan perlindungan hukum bagi anggotanya tetap terjaga. Baginya, jurnalisme adalah gerakan moral. Salah satu aksi nyatanya adalah penggunaan teknologi drone dalam investigasi kasus lahan, membuktikan bahwa jurnalisme masa depan harus berbasis data dan teknologi.
Infrastruktur dan Legalitas yang Kokoh
Meski baru dikukuhkan secara nasional pada September 2024, AKPERSI telah membangun fondasi organisasi yang mapan. Dengan sekretariat pusat di Parung Panjang, Bogor, organisasi ini telah mengantongi legalitas lengkap, termasuk NIB 2409240045255.
Rakernas perdana di Cianjur pada akhir 2025 menjadi tonggak sejarah dengan tema besar “Transformasi Jurnalis: Digitalisasi, Konten Kreator Bukan Jurnalis”. Tema ini menegaskan posisi AKPERSI agar anggotanya tetap teguh pada fungsi pers murni sebagai pilar keempat demokrasi, bukan sekadar pembuat konten demi engagement.

Misi Sosial dan Perlindungan Hukum
AKPERSI juga dikenal vokal dalam mengawal kasus-kasus yang menyentuh masyarakat bawah, seperti di Purworejo dan Wonosobo. Organisasi ini memposisikan diri sebagai jembatan keadilan, memastikan suara-suara sumbang yang tersumbat di daerah dapat terdengar hingga ke level nasional melalui penguatan jurnalisme investigatif.
“AKPERSI hadir untuk mengayomi. Kami ingin memastikan setiap wartawan merasa aman menjalankan tugasnya sesuai UU Pers No. 40/1999,” pungkas Rhino dalam sebuah keterangannya.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.