Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 4 Des 2025 16:26 WIB ·

Bulungan Gencarkan Pembangunan Hijau, 4 Desa Pesisir Dilatih


					Bulungan Gencarkan Pembangunan Hijau, 4 Desa Pesisir Dilatih Perbesar

GGGI dan Pemkab Bulungan Latih Perangkat Desa Susun RPJMDes Berbasis Keberlanjutan dan Pelestarian Mangrove

Bulungan, Kalimantan Utara [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memperkuat komitmennya terhadap pembangunan hijau dengan menggelar pelatihan intensif bagi empat desa pesisir. Kegiatan yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dan unsur masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang berbasis keberlanjutan dan adaptif terhadap tantangan wilayah pesisir.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan paradigma pembangunan daerah yang kini menekankan aspek ramah lingkungan dan keberlanjutan. Empat desa yang berpartisipasi adalah Sekatak Buji, Sekatak Bengara, Salimbatu, dan Liagu.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk memastikan pembangunan desa berjalan dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan,” kata Syarwani.

Fokus Materi: Revisi RPJMDes dan Pelestarian Mangrove
Pelatihan ini tidak hanya mempersiapkan revisi dokumen perencanaan desa sesuai dengan perubahan Undang-Undang Desa, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan membaca tantangan unik di wilayah pesisir.

Materi yang diberikan mencakup integrasi gender dan inklusi sosial, pemanfaatan potensi lokal, pengelolaan mangrove yang berkeadilan, hingga penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) berbasis keberlanjutan. Fokus pada mangrove menjadi krusial karena wilayah pesisir Bulungan sangat bergantung pada ekosistem ini.

Syarwani menekankan pentingnya pelestarian mangrove sebagai benteng ekologis yang harus dijaga bersama. Ia mengakui bahwa meskipun banyak kawasan mangrove berada dalam area perhutanan, masyarakat pesisir harus tetap memiliki ruang hidup. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memberikan akses sekaligus perlindungan, memastikan manfaat ekonomi dapat diambil tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.

“Manfaat ekonominya boleh diambil, tetapi kelestarian mangrove tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.

Masyarakat Pesisir Penjaga Utama Ekosistem
Bupati Syarwani menyoroti peran sentral masyarakat desa sebagai penjaga utama ekosistem pesisir. Ia meyakini bahwa masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan tersebut adalah pihak yang paling memahami cara terbaik untuk merawat mangrove.

“Masyarakat desa adalah yang paling memahami cara merawat mangrove karena mereka hidup berdampingan langsung dengan kawasan tersebut,” ujarnya.

Kemajuan Bulungan secara keseluruhan sangat ditentukan oleh kemajuan seluruh 10 kecamatan, termasuk desa pesisir yang merupakan penopang utama ekonomi daerah. Sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau, ia juga mengingatkan tentang pentingnya program One Village One Product (OVOP) yang telah berjalan di Desa Siandau dan Liagu.

Pelatihan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran jangka panjang. Syarwani menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, bahwa menjaga mangrove saat ini merupakan “amal jariah untuk anak-anak kita,” karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Trending di LINGKUNGAN