Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 4 Des 2025 16:26 WIB ·

Bulungan Gencarkan Pembangunan Hijau, 4 Desa Pesisir Dilatih


					Bulungan Gencarkan Pembangunan Hijau, 4 Desa Pesisir Dilatih Perbesar

GGGI dan Pemkab Bulungan Latih Perangkat Desa Susun RPJMDes Berbasis Keberlanjutan dan Pelestarian Mangrove

Bulungan, Kalimantan Utara [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memperkuat komitmennya terhadap pembangunan hijau dengan menggelar pelatihan intensif bagi empat desa pesisir. Kegiatan yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia ini bertujuan meningkatkan kapasitas perangkat desa dan unsur masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang berbasis keberlanjutan dan adaptif terhadap tantangan wilayah pesisir.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan paradigma pembangunan daerah yang kini menekankan aspek ramah lingkungan dan keberlanjutan. Empat desa yang berpartisipasi adalah Sekatak Buji, Sekatak Bengara, Salimbatu, dan Liagu.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk memastikan pembangunan desa berjalan dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan,” kata Syarwani.

Fokus Materi: Revisi RPJMDes dan Pelestarian Mangrove
Pelatihan ini tidak hanya mempersiapkan revisi dokumen perencanaan desa sesuai dengan perubahan Undang-Undang Desa, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan membaca tantangan unik di wilayah pesisir.

Materi yang diberikan mencakup integrasi gender dan inklusi sosial, pemanfaatan potensi lokal, pengelolaan mangrove yang berkeadilan, hingga penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) berbasis keberlanjutan. Fokus pada mangrove menjadi krusial karena wilayah pesisir Bulungan sangat bergantung pada ekosistem ini.

Syarwani menekankan pentingnya pelestarian mangrove sebagai benteng ekologis yang harus dijaga bersama. Ia mengakui bahwa meskipun banyak kawasan mangrove berada dalam area perhutanan, masyarakat pesisir harus tetap memiliki ruang hidup. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memberikan akses sekaligus perlindungan, memastikan manfaat ekonomi dapat diambil tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem.

“Manfaat ekonominya boleh diambil, tetapi kelestarian mangrove tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.

Masyarakat Pesisir Penjaga Utama Ekosistem
Bupati Syarwani menyoroti peran sentral masyarakat desa sebagai penjaga utama ekosistem pesisir. Ia meyakini bahwa masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan tersebut adalah pihak yang paling memahami cara terbaik untuk merawat mangrove.

“Masyarakat desa adalah yang paling memahami cara merawat mangrove karena mereka hidup berdampingan langsung dengan kawasan tersebut,” ujarnya.

Kemajuan Bulungan secara keseluruhan sangat ditentukan oleh kemajuan seluruh 10 kecamatan, termasuk desa pesisir yang merupakan penopang utama ekonomi daerah. Sebagai bagian dari pembangunan ekonomi hijau, ia juga mengingatkan tentang pentingnya program One Village One Product (OVOP) yang telah berjalan di Desa Siandau dan Liagu.

Pelatihan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran jangka panjang. Syarwani menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, bahwa menjaga mangrove saat ini merupakan “amal jariah untuk anak-anak kita,” karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Strategis Nasional Bekasi Makan Korban: Mana Janji Zero Accident?

21 Januari 2026 - 10:47 WIB

Proyek “Jalur Belakang” di Sumur Pertamina Bekasi Ancam Obvitnas

21 Januari 2026 - 10:05 WIB

Satu Damkar Tua Lawan Kebakaran Hutan di Lingga

21 Januari 2026 - 05:09 WIB

Desa: Paru-Paru Dunia yang Terancam Hilang Akibat Perubahan Iklim

20 Januari 2026 - 10:24 WIB

Sawah Adat Sukabumi Terancam, Warga Tolak Proyek Panas Bumi

19 Januari 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Jadi Buron, Tambang Ilegal Pasaman Didorong Jadi Legal

16 Januari 2026 - 18:16 WIB

Trending di LINGKUNGAN