Inovasi Wisata Berbasis Agrobisnis
Sudut pandang menarik dari proyek ini bukan sekadar pada wahana airnya, melainkan integrasi ekonomi yang ditawarkan. Kolam renang ini dirancang sebagai pasar kreatif bagi petani lokal. Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi kesegaran air pegunungan, tetapi juga hasil tani segar khas Pattallassang.
Kasi Kesejahteraan Desa Pattallassang, Muh. Afril, menegaskan bahwa wahana ini akan menjadi katalisator ekonomi desa. “Hasil pertanian warga, terutama buah-buahan, akan memiliki pasar langsung di lokasi wisata ini. Kami menciptakan ruang bagi warga untuk berinovasi dan berdagang di tanah sendiri,” tuturnya.
Digitalisasi dan Target PADes Miliaran
Terinspirasi dari desa-desa digital yang sukses meraup PADes miliaran rupiah, Pattallassang mulai melirik kekuatan media sosial untuk promosi. Dengan keunikan mata air abadi yang menjadi nilai jual utama, pemerintah desa optimis wahana ini akan viral dan menarik wisatawan dari luar daerah.
Kehadiran kolam renang ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran mampu mengubah potensi alam menjadi aset produktif jangka panjang. Pattallassang tidak hanya membangun tempat rekreasi, tetapi sedang menyusun fondasi ketahanan ekonomi desa yang mandiri.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.