Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 26 Agu 2025 14:27 WIB ·

Perhutanan Sosial Sumbar, Bukti Kekuatan Ekonomi Kearifan Lokal


					Perhutanan Sosial Sumbar, Bukti Kekuatan Ekonomi Kearifan Lokal Perbesar

Denpasar, Bali [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, membagikan praktik baik pembangunan ekonomi berkelanjutan di provinsi yang dipimpinnya dalam acara Pekan Iklim Bali 2025 di Denpasar pada Senin, 25 Agustus 2025. Ia menilai, kearifan lokal telah menjadi pilar utama yang mendorong keberhasilan program perhutanan sosial dalam membangun ekonomi ramah lingkungan, khususnya di kawasan hutan.

Menurut Mahyeldi, kebijakan perhutanan sosial di tingkat nasional telah membuka peluang besar bagi masyarakat sekitar hutan untuk mengelola hutan secara lestari dan produktif. Ia memaparkan, berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, hingga kini terdapat 259 unit perhutanan sosial yang mencakup 340 ribu hektar, menjangkau sekitar 206 ribu kepala keluarga, atau setara dengan 850 ribu penduduk.

Keberhasilan program ini bukan hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga ekologi. Mahyeldi menyebutkan, perluasan akses legal pengelolaan hutan ini berhasil menahan laju perambahan hutan liar. Hasilnya, tutupan hutan di Sumbar meningkat dari 1.737.964 hektar pada tahun 2022 menjadi 1.741.848 hektar pada tahun 2023. Peningkatan tutupan hutan ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat sejalan dengan pelestarian alam.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Berdasarkan survei pendapatan petani hutan yang direkomendasikan oleh BPS, terjadi peningkatan signifikan. Pendapatan petani hutan meningkat dari Rp1,7 juta pada tahun 2021 menjadi Rp2,7 juta pada tahun 2023. Mahyeldi menargetkan pendapatan ini akan terus meningkat hingga melampaui Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Di Sumbar, kami telah memanfaatkan program ini sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya efektif, ekonomi masyarakat tumbuh dan kelestarian lingkungan terjaga,” tutur Mahyeldi saat menjadi pembicara dalam acara yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih.

Untuk mendukung suksesnya program ini, Pemerintah Provinsi Sumbar menjadikan pemerintahan Nagari (setara desa) sebagai pusat pengembangan kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) dan UMKM berbasis sumber daya lokal. Selain itu, Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial juga menjadi payung hukum yang menjamin keamanan bagi kelompok masyarakat pengelola hutan.

Meski demikian, Mahyeldi mengakui adanya sejumlah tantangan, terutama dalam menjalin kolaborasi dengan pihak swasta. Ia berharap swasta dapat menjadi mitra sejajar dalam pembinaan, pengembangan produk, dan pemasaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, Mahyeldi mengungkapkan dua inovasi sedang digodok, yaitu pembentukan nagari hub dan pengembangan koperasi hijau serta kelompok usaha perhutanan sosial enterprise.

Dalam forum yang juga dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, Mahyeldi menyampaikan bahwa kolaborasi antara kearifan lokal dan potensi ekonomi daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN