Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 9 Jun 2025 23:04 WIB ·

Dusun Kusuhijrah Terendam Banjir: Urgensi Drainase Memadai dan Peran Aktif Warga


					Dusun Kusuhijrah Terendam Banjir: Urgensi Drainase Memadai dan Peran Aktif Warga Perbesar

Kusuhijraah, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] Pada Minggu, 8 Juni 2025, sekitar pukul 15.00 WIT, Dusun Kusuhijrah, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kembali dilanda banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam menyebabkan air meluap dari saluran pembuangan dan merendam sejumlah rumah warga. Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi, mengindikasikan adanya permasalahan serius pada sistem drainase di dusun tersebut.

Kepada awak media, salah seorang warga Dusun Kusuhijrah, Acoh Mahmud, mengungkapkan kekhawatirannya melalui aplikasi WhatsApp. Menurutnya, intensitas hujan pada Minggu sore sangatlah tinggi, mengakibatkan volume air yang luar biasa besar. “Hujan pada Minggu sore luar biasa lamanya sehingga terjadi banjir besar di kampung dan rumah-rumah warga pun tenggelam. Banjir meluap karena got penuh dan tidak mampu menampung air, sehingga air pun meluap di jalan dan masuk rumah-rumah warga,” jelas Acoh. Ketinggian air di jalan dan dalam rumah bahkan mencapai setengah meter.

Kondisi saluran air atau got yang tidak lagi memadai menjadi akar permasalahan utama. Acoh Mahmud, yang mewakili masyarakat Dusun Kusuhijrah, secara langsung meminta perhatian serius dari Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba. Permintaan ini dilayangkan agar pemerintah daerah segera memberikan bantuan pembangunan drainase yang lebih memadai. “Saya atas nama masyarakat Dusun Kusuhijrah minta kepada Bupati Bassam Kasuba agar memberikan bantuan pembangunan got (saluran air) yang lebih besar lagi karena Dusun Kusuhijrah ini setiap hujan selalu banjir naik dan masuk di rumah warga,” tegasnya.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Acoh Mahmud menambahkan bahwa jika banjir terjadi pada malam hari, saat sebagian besar warga tengah terlelap, potensi kepanikan dan bahaya akan jauh lebih besar. “Untung saja siang, jadi masyarakat bisa lihat. Kalau malam dalam keadaan tidur terus hujan dan banjir, masyarakat bisa panik dan itu sangat berbahaya,” imbuhnya. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Jika masalah banjir ini dibiarkan terus-menerus, dampak buruk yang ditimbulkan akan semakin parah bagi masyarakat yang selalu menjadi korban setiap kali hujan deras turun.

Selain kapasitas saluran air yang kurang, Acoh Mahmud juga mengungkapkan kekhawatiran akan ambruknya selokan akibat terjangan banjir. “Kami masyarakat Dusun Kusuhijrah sangat khawatir jika selokan ini ambruk akibat banjir, ini bisa-bisa kami masyarakat yang menjadi korban, karena sering terjadi hujan lebat satu hari satu malam,” katanya. Oleh karena itu, harapan besar disematkan kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Bassam Kasuba, agar dapat memperhatikan kondisi ini secara serius. Menurutnya, kebutuhan akan got atau selokan yang lebih besar adalah prioritas utama.

Selokan yang ada saat ini di Dusun Kusuhijrah memiliki panjang sekitar 300 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Meskipun demikian, ukuran tersebut ternyata belum cukup untuk menampung volume air saat terjadi hujan deras. Drainase ini dibangun pada tahun 2016/2017 melalui anggaran daerah, namun kini kondisinya sudah rusak akibat seringnya terjangan banjir.

Masyarakat Dusun Kusuhijrah sangat berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan pembangunan sistem drainase yang lebih kuat dan berkapasitas lebih besar agar mereka bisa merasa aman dari ancaman banjir setiap kali hujan turun. Acoh Mahmud bahkan menyarankan agar dinas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, dapat segera turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi dan memahami situasi yang terjadi saat hujan dan banjir melanda. “Bila perlu dinas terkait Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel turun dan periksa saja agar bisa tahu bagaimana ini ketika saat hujan dan terjadi banjir,” tutup Acoh.

Selain upaya pemerintah, kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat juga memegang peranan krusial. Menjaga kebersihan selokan dan tidak membuang sampah sembarangan adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam mencegah penyumbatan yang dapat memperparah kondisi banjir. Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, diharapkan Dusun Kusuhijrah dapat terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.

Kontributor: Alimudin Abd. Fatah 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Trending di LINGKUNGAN