Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 3 Mar 2025 09:00 WIB ·

Usai Digembleng Akmil, Bupati Deiyai Disambut Tarian Kolosal Mee


					Usai Digembleng Akmil, Bupati Deiyai Disambut Tarian Kolosal Mee Perbesar

Deiyai, Papua Tengah [DESA MERDEKA] Ada pemandangan yang tak lazim sekaligus mengharukan di Bandara Zakheus Pakage, Senin (3/3/2025). Ribuan warga Kabupaten Deiyai tumpah ruah bukan sekadar untuk seremoni, melainkan menjemput pemimpin yang baru saja pulang dari “kawah candradimuka”. Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome kembali ke pangkuan rakyat setelah menjalani masa orientasi ketat di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Kontras antara kedisiplinan militer dan kehangatan tradisi terasa kental. Begitu mendarat, sang pemimpin langsung disambut tarian kolosal Mee Mee yang melibatkan ratusan penari. Ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan simbol bahwa meskipun sang bupati telah ditempa secara nasional, akar budayanya tetap tertanam kuat di tanah Papua.

Melkianus Mote dan Ayub Pigome sebelumnya dilantik langsung di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Namun, alih-alih langsung duduk di kursi empuk kantor bupati, mereka harus menjalani retret orientasi selama delapan hari di Magelang guna menyelaraskan visi pembangunan strategis nasional ke tingkat daerah.

Energi Baru dari Lembah Tigi
Iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan bupati tampak kesulitan menembus barisan warga yang memadati sepanjang jalan menuju Gedung DPRD Deiyai. Kehadiran mereka membawa energi baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan kepastian arah pembangunan.

Di depan Gedung DPRD, barisan anggota legislatif dan tokoh masyarakat telah bersiap memberikan penghormatan tertinggi. Dalam orasinya, Melkianus Mote tampak emosional saat menyampaikan pesan pertamanya sebagai pejabat daerah.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat dan alam Deiyai. Perjalanan kami dimulai dari doa-doa di sini,” ujarnya lugas. Ia menekankan bahwa pembangunan Deiyai tidak bisa dilakukan secara otoriter, melainkan butuh persatuan antara pemerintah dan rakyat.

Harapan Besar untuk Perubahan
Kembalinya Melkianus dan Ayub membawa ekspektasi tinggi, terutama pada empat sektor krusial: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan. Gemblengan di Akademi Militer diharapkan mampu mengubah gaya kepemimpinan di Deiyai menjadi lebih disiplin, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata.

Penyambutan kolosal ini menjadi kontrak sosial awal antara pemimpin dan warga. Masyarakat Deiyai kini menanti, sejauh mana kedisiplinan Magelang dan kearifan lokal Mee dapat berkolaborasi dalam mewujudkan Kabupaten Deiyai yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 977 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dinas ESDM Sumbar Berikan Penjelasan Terkait Perizinan Tambang Andesit di Kasang

27 Juni 2026 - 10:12 WIB

Di Balik Sawah Jombang: Menantang Risiko Tanpa Jaring Pengaman

26 Juni 2026 - 07:18 WIB

Sinergi Sukuk dan Rp20 Triliun Dana Rantau Membangun Nagari

24 Juni 2026 - 09:21 WIB

Benteng Adat Minangkabau: Desa Bersatu Lawan Ancaman Narkoba

23 Juni 2026 - 09:51 WIB

Memperkuat Nagari dan Desa, Benteng Utama Tangkal Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

Trending di PEMDA