Bontang, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Sebanyak 109 desa di Kalimantan Timur masih belum teraliri jaringan listrik yang memadai. Jika pun ada akses listrik PLN, tingkat keandalannya dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Permasalahan ini diungkapkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, saat melakukan kunjungan kerja ke Bontang akhir pekan lalu.
Dalam kunjungannya, Gubernur Rudi Mas’ud juga mengajak perwakilan PLN. Selain Bontang, rombongan juga menyambangi Kutai Timur dan Berau. “Tujuannya tidak lain untuk melaksanakan sinergi dan kami segera berakselerasi dalam pemerataan listrik,” ungkapnya.
Pada kunjungan ke Gubernuran, 6 Mei 2025, General Manager Unit Induk Distribusi (UID) PLN Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Maria GI Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan rencana pembangunan listrik desa di 110 desa di Kaltim (terdapat penyesuaian data dari 109 menjadi 110 desa oleh PLN).
“PLN sudah membuat roadmap untuk menyelesaikan masalah penyediaan listrik desa itu dalam tiga tahun,” kata Maria. Program ambisius ini akan dimulai pada tahun 2025 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027. Rinciannya, pada tahun 2025 ditargetkan 21 desa, kemudian 55 desa pada tahun 2026, dan 34 desa sisanya pada tahun 2027.
Aliran listrik untuk desa-desa tersebut akan ditarik dari jaringan eksisting PLN, baik itu Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) maupun interkoneksi. “Untuk daerah yang sulit atau terisolasi, kami akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal dan PLTD tersendiri,” ungkap Maria, memastikan bahwa setiap desa akan mendapatkan solusi energi yang sesuai dengan kondisi geografisnya.
Dengan adanya komitmen dan roadmap yang jelas dari Pemerintah Provinsi Kaltim dan PLN, diharapkan seluruh desa di Kalimantan Timur dapat segera menikmati akses listrik yang andal. Peningkatan infrastruktur listrik ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan, dan pada akhirnya, memperbaiki kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.