Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 13 Feb 2026 11:26 WIB ·

Wonogiri Menuju Desa Mandiri Sampah Sebelum TPA Pensiun 2030


					Wonogiri Menuju Desa Mandiri Sampah Sebelum TPA Pensiun 2030 Perbesar

Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Wonogiri mulai mengambil langkah radikal untuk menghadapi kebijakan pusat terkait penghentian pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru pada tahun 2030. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri secara progresif mendorong terciptanya “Desa Mandiri Sampah” agar krisis lahan pembuangan tidak menjadi bom waktu di masa depan.

Dalam sosialisasi di Pendopo Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (11/2/2026), Kepala DLH Wonogiri, Bahari, menegaskan bahwa pola pikir “buang sampah pada tempatnya” sudah tidak lagi relevan. Paradigma tersebut harus bergeser menjadi “selesaikan sampah di sumbernya”. Hal ini mendesak dilakukan karena kapasitas TPA saat ini kian mendekati titik jenuh.

“Kapasitas TPA menurun dan tahun 2030 pembangunan TPA baru akan dihentikan. Kita harus mencegah degradasi lingkungan dengan mengelola limbah domestik secara mandiri sejak dari level rumah tangga,” tegas Bahari.

Sampah Sebagai Aset, Bukan Beban
Sudut pandang menarik muncul dalam kegiatan ini, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah kotor, melainkan aset ekonomi yang belum tergarap. Riyanto, praktisi Bank Sampah Desa Kradegan, memaparkan strategi teknis pemilahan sampah yang mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi warga.

Kisah sukses dari Bulukerto ini menjadi bukti bahwa jika dikelola dengan sistem bank sampah yang baik, volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang drastis sekaligus meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Tirtomoyo Sebagai Pelopor Ekologis
Camat Tirtomoyo, Suyatno, menyambut tantangan ini dengan optimisme tinggi. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat Tirtomoyo mulai bergerak bersama membentuk unit-unit pengelola sampah mandiri di tingkat desa.

“Tujuannya bukan sekadar lingkungan bersih, tapi juga menurunkan risiko penyakit dan mendukung daya saing pariwisata daerah. Tirtomoyo harus siap menjadi pelopor kemandirian ekologis di Wonogiri,” ujar Suyatno.

Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi yang mulai merancang pembentukan bank sampah di masing-masing wilayah. Langkah ini diharapkan mampu mengubah wajah Wonogiri menjadi kabupaten yang sehat, bersih, dan berdaulat secara lingkungan sebelum tenggat waktu tahun 2030 tiba.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN