Sendang Kun Gerit Sukses Tarik Ribuan Pemudik, Disparpora Sragen Akui Kalah Marketable
Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Daya tarik destinasi wisata yang dikelola desa, seperti Sendang Kun Gerit, secara signifikan mengungguli objek wisata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen selama periode libur Lebaran 2023. Sendang Kun Gerit, yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sumber Rejeki di Desa Jatibatur, Gemolong, sukses mencatatkan lonjakan fantastis hingga 3.351 pengunjung dalam sehari—sebuah rekor baru. Angka ini jauh melampaui gabungan kunjungan harian di dua objek wisata Pemkab, yakni Kolam Renang Kartika dan Pemandian Air Panas Bayanan, yang totalnya kurang dari 1.000 pengunjung per hari.
Fenomena ini menjadi perhatian utama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen, yang mengakui bahwa objek wisata baru yang sedang viral lebih mudah dipasarkan (marketable) dan menarik minat pemudik.
Disparpora Akui Perlu Inovasi dan Marketing Digital
Plt. Kepala Disparpora Sragen, Sutrisna, mengakui bahwa kondisi fisik dan daya tarik objek wisata milik Pemkab Sragen sangat memengaruhi minat pengunjung. Ia membandingkan dengan pengalaman viral-nya objek wisata Gunung Kemukus yang sempat mencapai puncak kunjungan luar biasa, namun gagal menciptakan pengunjung yang loyal atau kembali lagi.
“Objek wisata yang dimiliki Pemkab Sragen keadaannya ya seperti itu. Setiap objek wisata memiliki segmen pasar tersendiri. Meski masih memungkinkan dipoles untuk diviralkan, kita perlu inovasi,” jelas Sutrisna, seperti dilansir pada Rabu (26/4/2023).
Sutrisna menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas di setiap objek wisata untuk selalu menampilkan sesuatu yang baru. Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa peran media sosial saat ini sangat vital sebagai sarana marketing utama. Oleh karena itu, ia menilai perlu dibentuk tim media sosial yang solid dan aktif untuk mempromosikan destinasi wisata Pemkab secara digital.
Desa Lebih Cepat Tangkap Tren Destinasi Baru
Secara terpisah, Kabid Destinasi Pariwisata Disparpora Sragen, Y. Wahyu Aji Widodo, melakukan evaluasi mendalam terkait mengapa objek wisata yang dikelola desa lebih diminati. Menurut Aji, salah satu faktor krusial adalah momentum tren destinasi wisata baru yang selalu menjadi daya tarik segar bagi masyarakat dan pemudik.
“Di momentum libur Lebaran tahun ini, banyak pemudik yang memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi sambil mencari tempat rekreasi baru. Kami berkomitmen akan melengkapi objek wisata Pemkab dengan fasilitas dan atraksi-atraksi baru yang bisa menarik pengunjung,” kata Aji.
Sementara itu, Ketua BUMDesa Sumber Rejeki, Desa Jatibatur, Gemolong, Sugiman Totok, menyampaikan data kunjungan Sendang Kun Gerit yang mencatat puncak tertinggi pada Senin (24/4/2023) dengan 3.351 pengunjung. Angka ini memecahkan rekor sebelumnya saat momentum padusan menjelang Bulan Puasa. Totok menyebut, sekitar 70% pengunjung Sendang Kun Gerit selama libur Lebaran adalah pemudik dari luar daerah seperti Ngawi, Grobogan, Semarang, dan Sukoharjo, sementara 30% adalah warga lokal. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa destinasi wisata desa telah menjadi magnet utama bagi pemudik yang mencari suasana baru.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.