Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 8 Jan 2026 20:19 WIB ·

Wibawa Pemkab Karawang Runtuh di Balik Megahnya Theatre Night Mart


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Megahnya bangunan Theatre Night Mart di Jalan Tuparev, Karawang, kini bukan lagi menjadi simbol kemajuan investasi, melainkan monumen kegagalan birokrasi. Bagaimana mungkin sebuah tempat hiburan malam (THM) bisa berdiri kokoh dan siap beroperasi sementara izin resminya masih “gaib”?

Fenomena ini memicu kritik pedas dari Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Karawang, Ferimaulana. Menurutnya, polemik perizinan ini telah menelanjangi lemahnya wibawa serta integritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sebagai penyelenggara negara.

Investasi atau Permainan Kotor Birokrasi?
Ferimaulana menilai ada kontradiksi nyata dalam kebijakan daerah. Di satu sisi, pemerintah daerah gencar mempromosikan kemudahan investasi, namun di sisi lain, proses perizinan justru dibiarkan berlarut-larut dan penuh teka-teki.

“Pemerintah Kabupaten Karawang benar-benar memperlihatkan wajah lemahnya birokrasi. Membanggakan investasi tapi membiarkan proses perizinan tidak transparan. Ini tidak bisa dibiarkan!” tegas Ferimaulana, Kamis (8/1/2026).

Ketajaman kritik ini bukan tanpa alasan. Muncul dugaan kuat bahwa lambannya perizinan bukan sekadar masalah teknis administratif, melainkan adanya indikasi “permainan” di balik layar. Isu mengenai adanya oknum di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang diduga menjadi ‘calo izin’ dengan imbalan uang koordinasi hingga ratusan juta rupiah kini menyeruak ke permukaan.

Tantangan untuk Bupati: Berani Bersih-Bersih?
Kondisi ini menciptakan asumsi liar di tengah masyarakat. Jika pemerintah terus bungkam dan tidak berani menindak tegas oknum yang bermain, publik akan curiga adanya kongkalikong yang lebih besar. Ferimaulana bahkan memberikan tantangan terbuka bagi Bupati Karawang untuk segera mengambil langkah nyata.

Ia menegaskan bahwa jabatan seharusnya menjadi alat untuk memberikan kepastian hukum dan fasilitas kemajuan daerah, bukan alat transaksi kekuasaan yang “tumpul ke atas namun tajam ke bawah”.

“Kalau Pemkab Karawang tidak mampu bersih-bersih, lebih baik mundur saja. Rakyat butuh keadilan dalam birokrasi,” tambahnya dengan nada sengit.

Desakan Penegakan Hukum
Melihat bobroknya potret birokrasi ini, AKPERSI mendesak agar aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk membongkar akar masalah di balik perizinan THM ini, guna memastikan apakah ada unsur korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Polemik Theatre Night Mart kini menjadi ujian besar bagi Pemkab Karawang. Apakah mereka akan memulihkan marwah birokrasi dengan transparansi, atau justru membiarkan kepercayaan publik terkubur di bawah bayang-bayang industri hiburan yang belum mengantongi izin.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM