Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 8 Jan 2026 20:19 WIB ·

Wibawa Pemkab Karawang Runtuh di Balik Megahnya Theatre Night Mart


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Megahnya bangunan Theatre Night Mart di Jalan Tuparev, Karawang, kini bukan lagi menjadi simbol kemajuan investasi, melainkan monumen kegagalan birokrasi. Bagaimana mungkin sebuah tempat hiburan malam (THM) bisa berdiri kokoh dan siap beroperasi sementara izin resminya masih “gaib”?

Fenomena ini memicu kritik pedas dari Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Karawang, Ferimaulana. Menurutnya, polemik perizinan ini telah menelanjangi lemahnya wibawa serta integritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sebagai penyelenggara negara.

Investasi atau Permainan Kotor Birokrasi?
Ferimaulana menilai ada kontradiksi nyata dalam kebijakan daerah. Di satu sisi, pemerintah daerah gencar mempromosikan kemudahan investasi, namun di sisi lain, proses perizinan justru dibiarkan berlarut-larut dan penuh teka-teki.

“Pemerintah Kabupaten Karawang benar-benar memperlihatkan wajah lemahnya birokrasi. Membanggakan investasi tapi membiarkan proses perizinan tidak transparan. Ini tidak bisa dibiarkan!” tegas Ferimaulana, Kamis (8/1/2026).

Ketajaman kritik ini bukan tanpa alasan. Muncul dugaan kuat bahwa lambannya perizinan bukan sekadar masalah teknis administratif, melainkan adanya indikasi “permainan” di balik layar. Isu mengenai adanya oknum di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang diduga menjadi ‘calo izin’ dengan imbalan uang koordinasi hingga ratusan juta rupiah kini menyeruak ke permukaan.

Tantangan untuk Bupati: Berani Bersih-Bersih?
Kondisi ini menciptakan asumsi liar di tengah masyarakat. Jika pemerintah terus bungkam dan tidak berani menindak tegas oknum yang bermain, publik akan curiga adanya kongkalikong yang lebih besar. Ferimaulana bahkan memberikan tantangan terbuka bagi Bupati Karawang untuk segera mengambil langkah nyata.

Ia menegaskan bahwa jabatan seharusnya menjadi alat untuk memberikan kepastian hukum dan fasilitas kemajuan daerah, bukan alat transaksi kekuasaan yang “tumpul ke atas namun tajam ke bawah”.

“Kalau Pemkab Karawang tidak mampu bersih-bersih, lebih baik mundur saja. Rakyat butuh keadilan dalam birokrasi,” tambahnya dengan nada sengit.

Desakan Penegakan Hukum
Melihat bobroknya potret birokrasi ini, AKPERSI mendesak agar aparat penegak hukum (APH) tidak tinggal diam. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk membongkar akar masalah di balik perizinan THM ini, guna memastikan apakah ada unsur korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Polemik Theatre Night Mart kini menjadi ujian besar bagi Pemkab Karawang. Apakah mereka akan memulihkan marwah birokrasi dengan transparansi, atau justru membiarkan kepercayaan publik terkubur di bawah bayang-bayang industri hiburan yang belum mengantongi izin.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pasir Pantai Merah Putih Obi Dikeruk Ilegal, APH dan Pemda Didesak Bertindak

3 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Bertahan di Ruas Kaputusan: Nestapa dan Resiliensi Warga

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM