Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 18 Feb 2025 15:03 WIB ·

Warga Sidodadi “Sulap” Sungai Jadi Benteng Banjir dan Wisata


					Warga Sidodadi “Sulap” Sungai Jadi Benteng Banjir dan Wisata Perbesar

Pesawaran, Lampung [DESA MERDEKA] Aliran sungai di Dusun Empat, Desa Sidodadi, kini bukan lagi sekadar saluran air, melainkan simbol perlawanan warga terhadap bencana. Melalui aksi gotong royong masif pada Selasa (18/2/2025), masyarakat bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan mahasiswa KKN bergerak membersihkan tumpukan sampah organik serta anorganik yang selama ini mengancam ekosistem desa.

Gerakan bertajuk “Desa Bersih” ini menjadi langkah preventif vital untuk mengantisipasi ancaman banjir yang kerap menghantui wilayah dengan aliran sungai yang tidak terawat. Di bawah komando Andi Sofiyan, Ketua Pokdarwis Sidodadi, aksi ini sekaligus meletakkan pondasi bagi pengembangan destinasi wisata desa yang ramah lingkungan.

Sinergi Lintas Sektor di Aliran Sungai
Aksi lapangan ini menarik perhatian banyak pihak. Tak hanya warga lokal, sejumlah lembaga seperti Mitra Bentala, Institut Darmajaya, Bank Sampah Golden, hingga dukungan dari PT Bukit Asam turut terjun ke lokasi. Sinergitas ini menunjukkan bahwa masalah sampah sungai bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja kolektif lintas sektoral.

Fokus utama pembersihan adalah mengangkat sampah plastik dan limbah organik yang menyumbat aliran air. Keberadaan sampah-sampah ini dinilai sebagai pemicu utama kerusakan lingkungan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan warga Dusun Empat.

Dari Kebersihan Menuju Ekonomi Wisata
Menurut Andi Sofiyan, sungai adalah sumber kehidupan yang harus dijaga martabatnya. Ia memproyeksikan Sidodadi menjadi desa wisata yang mengandalkan keasrian sumber daya alam. Dengan aliran sungai yang bersih, potensi untuk menarik wisatawan terbuka lebar, yang nantinya akan berdampak pada peningkatan ekonomi warga.

“Harapan kami, kesadaran ini menular ke dusun-dusun lain. Jika sungai bersih, kita tidak hanya terbebas dari banjir, tapi juga punya modal untuk membangun wisata desa yang berkelanjutan,” ujar Andi.

Melalui gerakan ini, Desa Sidodadi membuktikan bahwa gotong royong adalah teknologi paling efektif untuk menjaga alam. Perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar “membuang” menjadi “merawat” diharapkan menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang di Kecamatan Teluk Pandan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Trending di LINGKUNGAN