Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 12 Jul 2025 03:29 WIB ·

Warga Sekadau Bersuara: Tolak PETI, Selamatkan Sungai Ntorap!


					Masyarakat 7 Desa di Sekadau Hulu saat disambut DPRD Sekadau, Jumat (11/7/2025). (Image courtesy: SUARAKALBAR.CO.ID) Perbesar

Masyarakat 7 Desa di Sekadau Hulu saat disambut DPRD Sekadau, Jumat (11/7/2025). (Image courtesy: SUARAKALBAR.CO.ID)

Sekadau, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] Ratusan warga dari tujuh desa di Kecamatan Sekadau Hulu menggelar unjuk rasa damai di DPRD Sekadau pada Jumat (11/7/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes tegas terhadap pencemaran Sungai Ntorap yang diduga kuat akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap ini berasal dari Desa Boti, Sungai Sambang, Nanga Biaban, Cupang Gading, Mondi, Nanga Menterap, dan Sunsong. Mereka tiba menggunakan puluhan kendaraan roda dua dan empat sejak pukul 09.00 WIB, menunjukkan keseriusan dan jumlah massa yang signifikan.

Sekitar pukul 10.30 WIB, perwakilan demonstran diterima secara resmi oleh jajaran DPRD Sekadau bersama sejumlah perwakilan instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Sekadau. Pertemuan berlangsung di ruang rapat komisi, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jeffray Raja Tugam. Area sekitar gedung DPRD terpantau dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Lagiu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap, dalam orasinya menyampaikan bahwa masyarakat telah lama menjadi korban pencemaran air sungai yang merupakan sumber kehidupan mereka. Ia menegaskan, aksi ini bukan semata-mata protes, melainkan perjuangan demi keselamatan generasi mendatang. “Kami mewakili belasan ribu jiwa. Kami datang bukan untuk keributan, tapi demi masa depan anak cucu kami. Kami beri waktu satu minggu untuk menindaklanjuti aspirasi ini,” tegas Lagiu, disambut teriakan dukungan para peserta aksi.

Menanggapi tuntutan warga, Wakil Ketua DPRD Sekadau, Jeffray Raja Tugam, menyatakan pihaknya menerima dan mendukung aspirasi masyarakat. Ia menyampaikan, telah disepakati dalam pertemuan bahwa DPRD akan segera menindaklanjuti persoalan ini. “Senin (14/7), DPRD akan menyurati Forkopimda—Bupati, Kapolres, Kejari, Dandim, dan Ketua DPRD—untuk menggelar rapat gabungan. Selanjutnya, Selasa (15/7), Komisi II DPRD akan turun ke lapangan mengecek kondisi Sungai Ntorap, sedangkan Komisi I akan ke Nanga Taman untuk mengecek kondisi hulu sungai,” jelas Jeffray.

Ia juga menambahkan bahwa hasil rapat meminta kepolisian mengambil tindakan preventif untuk menghentikan kegiatan PETI di wilayah tersebut. Jeffray, yang juga Ketua DAD Sekadau, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penertiban yang dilakukan aparat. “Kami minta masyarakat mendukung langkah-langkah kepolisian dalam memberantas aktivitas PETI. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakapolres Sekadau, Kompol Asep Mustopa Kamil, yang turut hadir dalam pertemuan, menyatakan dukungan terhadap aspirasi masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. Penertiban PETI dan penyelamatan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya singkat kepada awak media.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan berakhir sekitar pukul 13.30 WIB. Warga kemudian membubarkan diri secara damai setelah menyampaikan seluruh tuntutannya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN