Ponorogo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Antusiasme luar biasa ditunjukkan warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, dalam menentukan wakil mereka di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2023-2029. Proses yang berlangsung dinamis ini membuktikan bahwa demokrasi di tingkat akar rumput tetap hidup, baik melalui pemungutan suara langsung maupun jalur musyawarah mufakat.
Ketua Panitia Pemilihan, Sugiono, mencatat tingkat kehadiran pemilih yang hampir mencapai 100 persen. Dari 92 warga yang memiliki hak pilih di Dukuh Pule, hanya satu orang yang tidak hadir. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat Desa Gajah untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan desa mereka selama enam tahun ke depan.

Musyawarah Mufakat vs Pemungutan Suara
Menariknya, pemilihan ini menerapkan dua mekanisme berbeda sesuai dengan dinamika di tiap wilayah. Untuk Dukuh Gajah dan Dukuh Ngrancah, penetapan anggota BPD dilakukan melalui musyawarah mufakat karena jumlah pendaftar sesuai dengan kuota yang tersedia, meskipun waktu pendaftaran telah diperpanjang hingga gelombang kedua.
Sebaliknya, di Dukuh Pule, pemungutan suara wajib dilakukan karena jumlah calon melebihi kuota. “Dari tiga dukuh, hanya Dukuh Pule yang melakukan pengambilan suara langsung. Untuk Dukuh Gajah dan Ngrancah cukup melalui musyawarah penetapan,” jelas Sugiono.

Menuju Keterwakilan Perempuan yang Adil
Selain keterwakilan wilayah, panitia juga membagi zona untuk keterwakilan perempuan. Langkah ini krusial untuk memastikan kebijakan desa nantinya lebih inklusif. Sementara delapan nama dari keterwakilan dukuh telah ditetapkan, proses untuk keterwakilan perempuan dijadwalkan menyusul untuk memastikan hasil yang paling representatif.

Seluruh proses pemilihan dipantau ketat oleh tim Kecamatan Sambit, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat keamanan dan unsur pemerintah kecamatan menjamin pleno penetapan calon BPD terpilih berjalan tertib dan transparan di hadapan seluruh masyarakat.

” hari ini kita menetapkan 8 orang menjadi BPD yaitu dari Dukuh Pule Sdr Islanto sdr,Robin,sdr,Nuryono. Dukuh Ngrancah Sdr,Sucipto,Sdri Waqidah sdr Jumono, Dukuh Gajah Sdr Suprianto dan sdr Johan efendi, sedangkan untuk keterwakilan perempuan masih mau diadakan pemilihan besuk” tutupnya
Pantauan media, selama berjalannya proses pemilihan, keamanannya dijaga oleh Babinsa dan Babinkamtibmas. dan saat pleno penetapan calon BPD terpilih disaksikan oleh tim Kecamatan Sambit serta seluruh masyarakat Dukuh setempat.(iys)



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.