Jeneponto, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Bagi sebagian orang, uang beberapa ratus ribu mungkin hanya cukup untuk sekali makan malam mewah di kota. Namun bagi warga Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, rapelan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dari Januari hingga Mei 2026 adalah penyambung hidup yang membuat dapur mereka kembali mengepul.
Pemerintah Desa Balumbungan sengaja langsung tancap gas menyalurkan bantuan tunai lima bulan sekaligus demi mendongkrak daya beli masyarakat yang sedang terhimpit beban ekonomi. Langkah taktis ini terbukti ampuh menjadi jaring pengaman sosial yang langsung menyentuh akar rumput.
Kepala Desa Balumbungan, yang mengawal langsung proses pembagian bersama Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Bontoramba, mengingatkan warga agar tidak lapar mata. Ia menegaskan bahwa uang tunai ini bukan untuk kebutuhan sekunder, melainkan modal utama untuk mengamankan kebutuhan pokok keluarga.
“Gunakan uang ini dengan bijak. Prioritaskan beras, lauk-pauk, dan kebutuhan dasar anak-anak terlebih dahulu,” pesannya di sela-sela penyaluran bantuan yang berlangsung tertib tersebut.
Kehadiran Tim TPP Kecamatan Bontoramba di lokasi juga memastikan satu hal penting: tidak ada pemotongan sepeser pun dan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak. Proses yang transparan ini sekaligus mengikis kecurigaan yang kerap mewarnai pembagian bantuan sosial di desa.
Bagi masyarakat penerima manfaat, antrean tertib hari itu bukan sekadar formalitas pencairan uang. Ada rasa syukur yang mendalam karena di tengah melambungnya harga barang pokok, negara hadir memberikan napas buatan bagi ekonomi domestik mereka melalui program BLT Dana Desa Balumbungan. Dampak jangka pendeknya jelas, ketimpangan sosial di Jeneponto dapat sedikit ditekan melalui redistribusi anggaran desa yang tepat sasaran ini.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.