Pangkalpinang, Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Langkah ini dinilai mendesak mengingat kondisi geografis wilayah pesisir Pangkalpinang yang sangat rentan terhadap banjir rob, terutama saat intensitas hujan tinggi dan air laut pasang.
Pesan tersebut disampaikan Dessy di sela-sela penyaluran bantuan sosial di Kecamatan Pangkalbalam pada Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam mengatasi persoalan lingkungan tanpa dukungan aktif dari warga.
“Pemerintah tentu membutuhkan bantuan masyarakat untuk menjaga kebersihan, yang harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu diri sendiri dan keluarga,” ujar Dessy.
Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
Kekhawatiran terhadap bencana hidrometeorologi ini merujuk pada peristiwa awal Desember 2025, saat banjir rob merendam belasan kelurahan di empat kecamatan. Kombinasi hujan lebat yang terus-menerus dan pasang laut ekstrem menjadi pemicu utama genangan luas di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Memasuki puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari mendatang, risiko banjir rob di wilayah pesisir dipastikan meningkat. Wakil walikota yang akrab disapa Cece Dessy ini meminta warga untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah dan rutin memastikan saluran air atau drainase di sekitar pemukiman tidak tersumbat.
Penyaluran Bantuan Sosial dan Logistik
Selain memberikan edukasi lingkungan, kunjungan ini juga menjadi momentum peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) serta HUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak 75 paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng diserahkan secara langsung kepada warga sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah.
Sebelumnya, langkah tanggap darurat juga telah dilakukan melalui penyaluran bantuan logistik dari Kementerian Sosial RI bagi 311 kepala keluarga di Kelurahan Rejosari yang terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar pascabencana seperti pakaian, kasur, perlengkapan bayi, serta makanan siap saji.
Dessy menutup kegiatannya dengan mengingatkan bahwa menjaga kebersihan adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan bersama. Ia berharap semangat kesetiakawanan sosial ini dapat diwujudkan melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan demi Pangkalpinang yang lebih tangguh terhadap bencana.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.