Bandar Lampung, Lampung [DESA MERDEKA] – Narasi kemiskinan di Provinsi Lampung kini tengah berganti babak. Jika biasanya pusat kota menjadi primadona pertumbuhan, data terbaru menunjukkan bahwa wilayah perdesaan justru menjadi motor utama penurunan angka kemiskinan di Bumi Ruwa Jurai.
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2025, angka kemiskinan Lampung sukses menyusut ke level satu digit, yakni 9,66 persen. Penurunan ini setara dengan 26,9 ribu orang yang berhasil keluar dari garis kemiskinan sejak Maret 2025.
Akselerasi Desa Melampaui Kota
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengungkapkan fenomena menarik dalam tren ini. Meski angka kemiskinan di desa (10,88%) secara persentase masih lebih tinggi dibanding kota (7,37%), kecepatan penurunan di desa berlangsung jauh lebih agresif.
“Akselerasi penurunan kemiskinan di wilayah perdesaan berlangsung lebih cepat dibandingkan perkotaan, baik secara semesteran maupun tahunan,” ujar Ahmadriswan dalam rilis resmi, Kamis (5/2/2026).
Indikator kualitas hidup pun membaik secara signifikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) perdesaan terjun bebas dari 1,893 ke 1,472. Hal ini menandakan bahwa kantong-kantong kemiskinan di desa tidak lagi “dalam”—pengeluaran warga miskin kini semakin mendekat ke garis kemiskinan dan siap untuk segera mandiri.
Pemerataan dan Lonjakan Produksi Padi
Efek dominonya tidak berhenti di situ. Ketimpangan antar-warga miskin di perdesaan juga semakin menyempit, yang tercermin dari penurunan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,439 ke 0,303. Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran secara umum (Gini Ratio) Provinsi Lampung tetap terjaga rendah di angka 0,287.
Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. BPS mencatat tiga pilar utama di balik tren positif ini:
- Produksi Padi: Terjadi lonjakan produksi padi hingga 22,98 persen pada Subround III 2025.
- Ekonomi Stabil: Pertumbuhan ekonomi Lampung konsisten di angka 5,04 persen (yoy).
- Lapangan Kerja: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkendali di angka 4,89 persen.
Data ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi yang menyasar sektor agraris dan pembangunan perdesaan di Lampung mulai membuahkan hasil nyata. Lampung tidak hanya sekadar menurunkan angka, tetapi juga mempersempit jurang kesenjangan sosial secara berkualitas.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.